Kasus Teror Novel Baswedan Bakal Dibawa ke Kongres Amerika

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan bersama Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap (kiri), mengikuti aksi solidaritas peringatan dua tahun kasus teror kekerasan dan penyerangan terhadap dirinya, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Dalam peringatan akan genap dua tahun pada 11 April 2019 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan bersama Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap (kiri), mengikuti aksi solidaritas peringatan dua tahun kasus teror kekerasan dan penyerangan terhadap dirinya, di gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 April 2019. Dalam peringatan akan genap dua tahun pada 11 April 2019 mendatang. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Manager Advokasi Amnesty International Asia Pasific Fransisco Bencosme mengatakan akan membawa kasus teror terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan ke kongres Amerika Serikat. Langkah itu diambil supaya kongres AS mendesak pemerintah Indonesia menuntaskan kasus ini.

    Baca: Tim Gabungan Novel Baswedan: Mau Jenderal atau Kopral Itu Materi

    "Kami punya akses terhadap para pengambil kebijakan di Amerika Serikat melalui jalur kongres untuk mengarusutamakan apa yang terjadi dalam situasi yang dihadapi oleh KPK dan Novel Baswedan di Indonesia," kata dia saat menyambangi gedung KPK, Jakarta, Jumat, 26 April 2019.

    Fransisco mengatakan hal tersebut seusai bertemu dengan Novel dan Wadah Pegawai KPK di gedung KPK hari ini. Mereka membahas mengenai peristiwa teror terhadap Novel dan KPK yang sampai kini belum tuntas.

    Fransisco berharap dorongan dari kongres Amerika dapat membantu penuntasan kasus Novel dan teror ke KPK lainnya. Dia mengatakan gagalnya pemerintah mengungkap kasus itu menjadi indikator kegagalan Presiden Joko Widodo melakukan pengawasan terhadap sektor pemberantasan korupsi lima tahun terakhir.

    Novel yang juga hadir dalam pertemuan tersebut berharap dukungan dari dunia internasional dapat membantu penuntasan kasusnya dan teror lain ke KPK. Dia berharap dukungan itu dapat mendesak pemerintah Indonesia memprioritaskan pengungkapan kasus teror terhadap pegawai KPK yang selama ini diabaikan. "Membiarkan teror-teror yang terjadi sama saja menyetujui aksi teror lain yang akan terjadi ke depannya," kata dia.

    Baca: Tim Gabungan: Ada Saksi Baru Kasus Penyerangan Novel Baswedan

    Sebelumnya, Amnesty Internasional Indonesia juga sudah membawa agenda penuntasan kasus Novel ke Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Februari 2019. Amnesty International Indonesia menyampaikan berlarut-larutnya masalah penanganan kasus hukum penyiraman air keras ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban, Tersangka, Barang Bukti, dan Lokasi Kerusuhan 22 Mei 2019

    Kerusuhan 22 Mei 2019 di Ibu Kota bermula dari unjuk rasa penolakan hasil pilpres 2019 di depan gedung Bawaslu, Jakarta, sejak sehari sebelumnya.