Disebut Prabowo, Sjafrie Sjamsoeddin Tak Mau Bicara Soal Posisi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (purn) Sjafrie Sjamsoeddin meladeni warga yang ingin berfoto bersama seusai acara pidato kebangsaan calon presiden 02 Prabowo Subianto di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia (purn) Sjafrie Sjamsoeddin meladeni warga yang ingin berfoto bersama seusai acara pidato kebangsaan calon presiden 02 Prabowo Subianto di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menghadiri pidato kebangsaan calon presiden Prabowo Subianto pada hari ini. Prabowo pun menyebut kawan lamanya ini di barisan putra-putri terbaik bangsa yang telah dan akan membantunya seumpama terpilih menjadi presiden.

    Baca: Prabowo Akan Umumkan 80 Putra-putri Terbaik Bangsa di Surabaya

    Sjafrie tak berkomentar banyak ihwal namanya yang disebut Prabowo. Dia hanya mengatakan, baginya yang terpenting adalah mendapatkan kepercayaan dari rakyat.

    "Kalau panggilan tugas dari rakyat saya siap," kata Sjafrie seusai acara di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019.

    Sjafrie tak menjawab rinci saat ditanya mengenai pembicaraannya dengan Prabowo ihwal namanya yang masuk dalam deretan putra-putri terbaik bangsa ini. Dia hanya menduga, Prabowo melihatnya sebagai kolega yang berpengalaman di bidang manajemen penyelenggaraan pertahanan.

    Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kebangsaan di Hotel Dyandra, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Sjafrie menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan dari 2010-2014. Sebelumnya, dia juga menempati posisi Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan. Masuk Akademi Militer pada 1971, Sjafrie lulus pada tahun yang sama dengan Prabowo, yakni 1974.

    "Pak Prabowo tahu mungkin sebagai salah satu kolega, kami sama-sama bertugas di TNI dan saya sempat menjalankan tugas lama, sepuluh tahun di manajemen penyelenggaraan pertahanan," ujarnya.

    Baca: Prabowo Umumkan Nama-nama Calon Kabinet Jika Menang Pilpres

    Meski begitu, Sjafrie mengaku tak ingin terlalu berandai-andai posisi apa yang akan ditawarkan Prabowo kepadanya seumpama mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu nantinya menjadi presiden. "Enggak tahu saya. Saya enggak terlalu berandai-andai," kata dia sesaat sebelum meninggalkan kawasan Hotel Dyandra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.