5 Alasan Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo Versi LSI Denny JA

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby saat menggelar konferensi pers menjelaskan pergeseran dukungan Pilpres di 6 kantong suara, di kantor LSI, Jakarta Timur pada Kamis, 7 Februari 2019. TEMPO/Dewi Nurita

TEMPO.CO, Jakarta - Hasil sigi teranyar LSI Denny JA menemukan lima alasan kenapa elektabilitas pasangan calon Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin lebih unggul dibanding pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dalam hasil survei LSI Denny JA yang dirilis pada Selasa, 2 April 2019, Jokowi - Ma'ruf memiliki elektabilitas 56,8-63,2 persen dan Prabowo - Sandi 36,8-43,2 persen.

Baca: Survei Indo Barometer: Tanda Kemenangan Kuat Ada di Jokowi

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengatakan tampilan angka elektabilitas ini sengaja dibuat dalam bentuk range karena memperhitungkan margin of error dan asumsi golput yang terjadi secara proporsional.

"Kalkulasi ini dilakukan karena pilpres tinggal 16 hari lagi. Diperlukan proyeksi elektabilitas dengan mempertimbangkan angka margin of error survei dan asumsi golput," kata Ardian saat menyampaikan hasil surveinya di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Survei LSI Denny JA ini dilakukan pada tanggal 18 - 26 Maret 2019 dengan melibatkan 1.200 responden. Survei dilaksanakan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan in-depth interview untuk memperkaya analisa survei. LSI Denny JA mengatakan survei ini dibiayai sendiri oleh mereka.

Berikut 5 alasan penyebab Jokowi - Ma'ruf lebih unggul dari Prabowo - Sandi versi LSI Denny JA:

1. Publik puas dengan kinerja inkumben

Ardian mengatakan dalam hukum besi pemilu langsung, seorang inkumben akan mudah terpilih kembali jika mayoritas masyarakat puas dengan kinerjanya selama menjabat.

"Survei LSI Denny JA menunjukan bahwa 69.5 persen, pemilih menyatakan puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden. Hanya 25.6 persen pemilih saja yang menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi sebagai presiden," kata Ardian.

2. Program Jokowi populis, diketahui luas, dan disukai

Ardian menuturkan sejumlah program Jokowi yang dikenal luas dan disukai antara lain Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Keluarga Harapan (PKH), pembangunan infrastruktur, dana desa, dan beras sejahtera (rastra). "Program-program ini dikenal rata-rata diatas 70 persen, dan rata-rata diatas 60 persen disukai," ujar dia.

3. Pribadi Jokowi lebih disukai daripada Prabowo

"Hampir dalam semua aspek kepribadian, Jokowi dinilai publik lebih unggul dibanding Prabowo. Kepribadian tersebut diantaranya Jokowi dinilai lebih jujur, pintar, nasionalis, dan perhatian terhadap rakyat," kata Ardian.

4. Jokowi unggul telak di kantong pemilih loyal, yaitu pemilih minoritas

Ardian berujar survei LSI Denny JA menunjukan bahwa Jokowi-Maruf unggul telak di pemilih minoritas. Dukungan Jokowi-Maruf di segmen minoritas adalah 74.5 persen - 80.9 persen. "Meski pemilih minoritas ini populasinya hanya sebesar dibawah 10 persen, namun pemilih ini cenderung loyal dukungannya terhadap Jokowi-Maruf," kata dia.

5. Jokowi unggul telak di kantong pemilih besar dan penting

Menurut Ardian, kantong pemilih berpopulasi besar dan penting tersebut adalah pemilih wong cilik. Jumlah pemilih wong cilik sebesar 75 persen. Di segmen pemilih ini, Jokowi-Maruf juga unggul jauh dibanding Prabowo-Sandi.

Baca: Hasil Survei 5 Lembaga Soal Elektabilitas Jokowi dan Prabowo

"Range dukungan Jokowi-Maruf di segmen pemilih wong cilik dengan pendapatan dibawah 1 juta adalah 59.2 persen-65.6 persen. Sementara di pemilih wong cilik yang pendapatannya di antara 1-3 juta, dukungan Jokowi-Maruf sebesar 58.8 persen-65.2 persen," tutur Ardian Sopa.






Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

4 jam lalu

Sambut HUT TNI ke-77, Presiden Jokowi Pimpin Parade Senja di Kemenhan

Presiden Jokowi memimpin parade senja dan upacara penurunan bendera di Kementerian Pertahanan.


Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

7 jam lalu

Anies Baswedan Diusung NasDem, Ganjar Pranowo Dijagokan PSI: Sesama Alumnus UGM yang Menjadi Gubernur

NasDem mengusung Anies Baswedan sebagai Capres 2024, sedangkan Ganjar Pranowo Dijagokan PSI. Keduanya sama-sama alumnus UGM dan jadi gubernur.


Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

8 jam lalu

Presiden Jokowi akan Pimpin Jajak Pasar IKN Pertengahan Oktober Ini

Dalam jajak pasar itu, Jokowi akan berdialog langsung dengan calon investor yang sudah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di IKN.


Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

9 jam lalu

Pola Cepat Nasdem Tentukan Capres, Dulu Jokowi Sekarang Anies Baswedan

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai Capres 2024. Pada 2014, Nasdem menjadi partai pertama mendukung PDIP mengusung Jokowi sebagai Capres.


Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

9 jam lalu

Jokowi Digugat soal Ijazah Palsu, Stafsus: Jangan Biasakan Prank Aparat

Gugatan terhadap Jokowi soal ijazah palsu diajukan oleh seorang bernama Bambang Tri Mulyono ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.


Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

12 jam lalu

Gara-gara Pantun, Ridwan Kamil Diundang Prabowo ke Hambalang

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diundang ke rumah Prabowo di Hambalang pada Ahad lalu. Dia sempat membicarakan soal Pemilu dengan Prabowo.


Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

12 jam lalu

Ridwan Kamil Mengaku Bangun Komunikasi Politik dengan Berbagai Tokoh

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan telah berkomunikasi dengan berbagai tokoh politik terkait langkah politiknya di masa mendatang.


Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

13 jam lalu

Freeport Janji Beri Manfaat Langsung ke Pemerintah RI Senilai US$ 80 Miliar hingga 2041

CEO Freeport-McMoRan Richard C. Adkerson mengungkapkan, PT Freeport Indonesia telah memberikan banyak keuntungan ekonomi terhadap pemerntah Indonesia sejak 1992 hingga 2021.


Jokowi Minta TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesaikan Tugas Dalam Satu Bulan

13 jam lalu

Jokowi Minta TGIPF Tragedi Kanjuruhan Selesaikan Tugas Dalam Satu Bulan

Mahfud Md mengatakan Presiden Jokowi memberi target TGIPF Tragedi Kanjuruhan menyelesaikan investigasnya selama satu bulan.


Mahfud MD Ungkap Rencana Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan Kamis

14 jam lalu

Mahfud MD Ungkap Rencana Jokowi Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan Kamis

Mahfud MD memaparkan rencana Presiden Jokowi untuk mengunjungi korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur dan menyerahkan santunan