Soal Jatah Menteri dari Prabowo, AHY: Belum Urgen untuk Dibahas

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengawali kampanye terbuka di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengawali kampanye terbuka di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Ahad, 24 Maret 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengakui partainya mendapat tawaran dari Prabowo Subianto ihwal posisi menteri seumpama calon presiden 02 itu menang di pemilihan presiden 2019. AHY, sapaan Agus, mengatakan tawaran ini disampaikan Prabowo dalam konteks membangun koalisi. Dia berujar, tawaran itu tentu juga jamak disampaikan kepada partai pengusung lainnya.

    Baca: Di Bandung, Prabowo Singgung AHY Jadi Menteri Jika Menang Pilpres

    "Yang jelas, tentulah dalam sisi politik pragmatisnya, pada akhirnya kami ingin mengisi pemerintahan ke depan dengan orang-orang terbaik, yang memiliki kapasitas dan integritas untuk melakukan perubahan-perubahan di tingkat pusat. Kami juga mendapatkan tawaran seperti itu,” kata AHY dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 2 April 2019.

    Hal ini disampaikan AHY menanggapi pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra sekaligus adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo ihwal kuota menteri untuk partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga Uno. Hashim mengatakan Prabowo sudah sepakat memberikan tujuh kursi menteri untuk Partai Amanat Nasional (PAN) dan enam untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    Adapun dengan partai pengusung lainnya, Hashim mengatakan jatah kursi menteri masih didiskusikan. Dia menyebut kesepakatan soal ini dengan Demokrat belum final. "Partai lain masih didiskusikan. Demokrat belum definitif," kata Hashim di Hotel Ayana Midplaza, Jakarta, Senin, 1 April 2019.

    Baca juga: Gerindra Bantah Daftar Menteri Kabinet Prabowo di Media Sosial

    Kendati mengakui ada pembicaraan, AHY mengatakan, Demokrat menilai persoalan jatah menteri belum mendesak untuk dibahas sekarang. Putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini mengatakan, mereka tengah berfokus menyongsong Pemilihan Umum 17 April nanti.

    "Kami bukannya tidak melihat itu sebagai sesuatu yang penting, tetapi hari ini urgensinya belum di sana," kata AHY.

    AHY mengaku khawatir pembicaraan soal jatah menteri justru melukai perasaan rakyat. Sebab, kata dia, rakyat menginginkan perubahan atas pelbagai masalah yang mereka alami. AHY menilai pembahasan soal jatah menteri justru berpotensi mengesankan bagi-bagi kekuasaan.

    Baca: Hashim Sebut Prabowo Akan Beri Kursi Menteri ke PAN 7 dan PKS 6

    "Khawatirnya justru akan melukai perasaan rakyat. Rakyat berharap sekali ada sebuah semangat perubahan yang terlepas dari seolah-seolah hanya bagi-bagi kekuasaan yang dilakukan oleh parpol-parpol dalam pemilu ini," ucap AHY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.