Polri Ajak Milenial Lawan Hoaks untuk Wujudkan Indonesia Emas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kedua kanan) mendapatkan penjelasan dari petugas Ditlantas Polda Metro Jaya mengenai sistem tilang elektronik saat Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 25 November 2018. Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya juga meluncurkan integrasi nomor kendaraan bermotor (IVRIS). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto (kedua kanan) mendapatkan penjelasan dari petugas Ditlantas Polda Metro Jaya mengenai sistem tilang elektronik saat Grand Launching Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 25 November 2018. Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya juga meluncurkan integrasi nomor kendaraan bermotor (IVRIS). ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Kepolisian RI Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmanto mengimbau generasi milenial untuk melawan berita bohong atau hoaks. Menurut Ari, anak milenial menentukan terjadinya Indonesia Emas karena punya andil dalam menjaga kedaulatan NKRI.

    Baca: Mafindo: Hoaks di Januari Banyak Serang Prabowo Ketimbang Jokowi

    "Kenapa saya ajak milenial? Karena generasi ini yang paling banyak menggunakan gadget. Jangan sampai mereka yang masih muda, terpengaruh berita hoaks," ucap Ari Dono di Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 17 Maret 2019.

    Pernyataan itu disampaikan Ari saat membuka acara 'Milenial Anti Hoax' yang diselenggarakan oleh Markas Besar Polri. Ia meminta pengunjung mengingat kembali bagaimana sejarah kemerdekaan Indonesia. Seluruh elemen bangsa bersatu melawan penjajahan hingga akhirnya berhasil menang.

    Dia meminta generasi muda melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa. "Saya sebagai orang tua berharap kepada anak-anakku generasi muda lanjutkan perjuangan ini, 100 tahun Indonesia atau Indonesia Emas. Kalau kalian usia 17, 16, berarti 27 tahun lagi, 42, adalah usia produktif. Dalam menteri kabinet saat ini usia 40, 50," kata Ari Dono.

    Menurut Ari, jika anak milenial saat ini tidak memerangi hoaks dan malah tenggelam dalam berbagai informasi palsu, mereka berpeluang menggagalkan terwujudnya Indonesia Emas.

    Baca: Mafindo: Hoaks Politik Meningkat Sepanjang 2018 hingga Awal 2019

    Ari menegaskan hoaks adalah sesuatu yang tidak baik dan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman dan denda miliaran. "Saya berharap ketika kita baca informasi tolong dibaca sampai habis jangan atasnya saja. Hoaks itu bohong sesuatu nggak baik dan dilarang agama," ujar Ari Dono.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.