Bertemu Siti Aisyah, Jokowi: Kepedulian Pemerintah ke Warganya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siti Aisyah (kanan), warga negara Indonesia yang digugat sebagai tersangka pembunuh Kim Jong-nam,  bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Siti (26 tahun) menghabiskan waktu 2 tahun 23 hari di dalam penjara atas tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un.  TEMPO/Subekti.

    Siti Aisyah (kanan), warga negara Indonesia yang digugat sebagai tersangka pembunuh Kim Jong-nam, bertemu Presiden Joko Widodo alias Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Siti (26 tahun) menghabiskan waktu 2 tahun 23 hari di dalam penjara atas tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap kakak tiri Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima Siti Aisyah, warga negara Indonesia yang sempat menjadi terdakwa pembunuhan saudara tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pada 2017, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 12 Maret 2019.

    Baca: Jokowi Wacanakan Bentuk Kementerian Investasi dan Ekspor

    Jokowi menerima Aisyah sehari setelah Pengadilan Tinggi Shah Alam, Malaysia, membebaskannya. Dalam pertemuan ini, Aisyah didampingi oleh keluarganya sementara Jokowi bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

    "Alhamdulillah kami patut bersyukur bahwa Siti Aisyah sudah dapat terbebas dari ancaman hukuman yang sangat berat dan sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, bapak, ibunya, dan kakaknya," kata Jokowi.

    Menurut Jokowi, pembebasan Aisyah tak lepas dari bantuan hukum yang pemerintah Indonesia berikan. "Yang sangat panjang, yang lama, yang terus-menerus," katanya.

    Jokowi mencontohkan negara langsung menyewa pengacara setelah Aisyah ditangkap dua tahun lalu. "Ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya," kata dia.

    Pertemuan antara Jokowi dan Aisyah berlangsung singkat sekitar 15 menit. Kepada buruh migran asal Serang, Banten, itu Jokowi berpesan agar Aisyah berada di rumah saja untuk sementara waktu. "Sampai nantinya agak tenang dan bisa merencanakan kehidupan yang baik," kata dia.

    Sementara itu, kata Jokowi, pihak keluarga tidak berbicara banyak selain menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah. Usai pertemuan, baik Aisyah maupun pihak keluarga tidak ada yang mau memberikan keterangan pada media. Mereka memilih bungkam sambil terus berjalan menghindari wartawan.

    Kasus Aisyah bermula saat ia dan seorang warga Vietnam, Doan Thi Huong, diadili atas tuduhan terlibat dalam pembunuhan Kim Jong Nam dengan mengoleskan cairan kimia saraf VX ke tubuh dan wajah Kim Jong Nam di bandara internasional Kuala Lumpur pada 13 Februari 2017.

    Keduanya telah membantah dan mengatakan mereka hanya diajak seseorang untuk tampil di acara reality show di bandara udara internasional Kuala Lumpur.

    Simak juga: Ketika Jokowi 'Ditodong' Rp 50 Miliar oleh Pengelola Pasar

    Dalam acara tersebut, Siti Aisyah dan si orang Vietnam diminta mengoleskan cairan yang mereka tidak ketahui ke wajah Kim Jong Nam. Hanya beberapa menit kemudian, Kim Jong Nam tewas akibat cairan yang belakangan diketahui racun saraf VX.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.