FPI Kritik Cara Berpikir NU yang Usul Sebutan Kafir Dihapus

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman berjalan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali, Denpasar, Bali, 14 Februari 2017. Munarman dilaporkan ke Polda Bali, Senin, 16 Januari 2017, sehubungan dengan ucapannya dalam video yang diunggah di YouTube berdurasi 1:24:19 pada 16 Juni 2016. Foto: Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menanggapi usulan Nahdlatul Ulama menghilangkan sebutan kafir. Juru bicara FPI, Munarman, mengkritik cara berpikir usulan Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU). 

Baca: NU Usul Hapus Sebutan Kafir, PGI: Bisa Perkuat Persatuan Bangsa

Munarman mengkritik cara berpikir NU, yang ia sebut menyesatkan. Sebab, kata dia, tidak tepat memadankan konsep kafir dengan warga negara. Ia menyebut konsep kafir sudah lahir di dunia sejak ribuan tahun lalu, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Selama itu juga, kata dia, tidak pernah ada yang mempermasalahkan istilah tersebut. “Kok tiba-tiba bagi sebagian kecil hamba Allah yang membahas, malah menempatkan diri sebagai penentang Allah. Berani sekali mereka,” kata Munarman kepada Tempo, Sabtu, 2 Maret 2019.

Munarman menuturkan kata dan konsep kafir itu bukan ujaran kebencian ataupun diskriminasi, tetapi istilah yang diajarkan dalam Islam untuk menyebut manusia yang menutup diri dari Islam.

“Kata dan konsep kafir itu bukan ujaran kebencian ataupun diskriminasi, itu istilah yang diberikan Allah kepada manusia yang menutup diri dari kebenaran Islam yang dibawa melalui baginda Rasulullah SAW,” ujarnya.

Sebelumnya Munas NU, mengusulkan agar NU tidak menggunakan sebutan kafir untuk warga negara Indonesia yang tidak memeluk agama Islam. Pimpinan sidang, Abdul Moqsith Ghazali, mengatakan para kiai berpandangan penyebutan kafir dapat menyakiti para nonmuslim di Indonesia.

"Dianggap mengandung unsur kekerasan teologis, karena itu para kiai menghormati untuk tidak gunakan kata kafir tapi 'Muwathinun' atau warga negara, dengan begitu status mereka setara dengan warga negara yang lain," katanya di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar, Citangkolo, Kota Banjar, Jawa Barat, Kamis, 28 Februari 2019.

Simak juga: Said Aqil: Di Madinah Nabi Muhammad tidak Gunakan Istilah Kafir

Meski begitu, kata Moqsith, bukan berarti NU akan menghapus sebutan kafir di Al Quran atau hadis. Keputusan dalam Bahtsul Masail Maudluiyyah ini hanya berlaku pada penyebutan kafir untuk warga Indonesia yang nonmuslim.






Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

31 menit lalu

Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

Ketua PCNU Kota Depok itu meminta agar seluruh kader bergembira karena menjadi saksi sejarah perayaan satu abad NU.


Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

7 jam lalu

Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Depok menggelar apel akbar dalam rangka memperingati satu abad NU


Mahfud Sebut Dakwah yang Lentur dan Dekat dengan Budaya Lokal Jadi Kunci NU Bertahan 100 Tahun

6 hari lalu

Mahfud Sebut Dakwah yang Lentur dan Dekat dengan Budaya Lokal Jadi Kunci NU Bertahan 100 Tahun

Mahfud MD mengatakan dakwah yang lentur dan mampu menyesuaikan kebutuhan masyarakat menjadi kunci bagi Nahdlatul Ulama (NU)


Yenny Wahid Minta Calon Pemimpin Tak Gunakan Isu Politik Identitas

7 hari lalu

Yenny Wahid Minta Calon Pemimpin Tak Gunakan Isu Politik Identitas

Yenny Wahid memastikan NU memiliki strategi agar pelaksanaan Pemilu 2024 tidak akan membawa perpecahan bangsa.


2 Tersangka Teroris NII Asal FPI, Simpatisan Rizieq Shihab & Profil 9 Korban Wowon Serial Killer Jadi Top 3 Metro

7 hari lalu

2 Tersangka Teroris NII Asal FPI, Simpatisan Rizieq Shihab & Profil 9 Korban Wowon Serial Killer Jadi Top 3 Metro

Sebanyak 2 tersangka teroris Negara Islam Indonesia adalah simpatisan Rizieq Shihab & profil 9 korban Wowon Serial Killer jadi Top 3 Metro


Jalan Sehat NU 2023, Jokowi: Dengan Kesehatan, Negara Kita akan Kuat

7 hari lalu

Jalan Sehat NU 2023, Jokowi: Dengan Kesehatan, Negara Kita akan Kuat

Jokowi mengucapkan selamat melakukan jalan sehat kepada para peserta dan berharap dapat mengikuti kegiatan itu dengan baik.


Densus Tangkap 3 Terduga Teroris NII, 2 Asal FPI, Ayah: Simpatisan dalam Habib Rizieq

8 hari lalu

Densus Tangkap 3 Terduga Teroris NII, 2 Asal FPI, Ayah: Simpatisan dalam Habib Rizieq

Detasemen Khusus 88 Markas Besar Polri memeriksa rumah warga di RW03 Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara berinisial AS (26), terduga teroris.


Jokowi Hadiri Jalan Sehat Harlah 1 Abad NU, Gibran dan Erick Thohir Main Bulu Tangkis di Porseni NU 2023

8 hari lalu

Jokowi Hadiri Jalan Sehat Harlah 1 Abad NU, Gibran dan Erick Thohir Main Bulu Tangkis di Porseni NU 2023

Jokowi dijadwalkan hadiri kegiatan Jalan Sehat Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Nadhatul Ulama (NU) tingkat Nasional 2024 di Kota Solo, Ahad.


Alwi Shihab Sebut Aneh Jika Warga NU Tak Pilih PKB

15 hari lalu

Alwi Shihab Sebut Aneh Jika Warga NU Tak Pilih PKB

Alwi Shihab mengatakan salah satu kunci untuk membesarkan PKB adalah membuat warga NU kompak dalam satu gerbong politik.


Pujian PWNU DKI Jakarta ke Heru Budi: Gubernur yang Sangat Memperhatikan NU

18 hari lalu

Pujian PWNU DKI Jakarta ke Heru Budi: Gubernur yang Sangat Memperhatikan NU

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono melepas 199 kontingen PWNU DKI yang akan bertanding di Porseni NU di Solo