Soal WNA Masuk DPT Pemilu, Ini Klarifikasi Kemendagri

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, saat konferensi pers soal isu WNA masuk DPT Pemilu di gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu, 27 Februari 2019. Tempo/Ryan Dwiky

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengklarifikasi soal isu orang asing yang memiliki KTP elektronik masuk daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, untuk kepentingan pemenangan salah satu paslon di pemilihan presiden. Ia menegaskan bahwa pemilih dalam Pemilu 2019 bukanlah WNA (warga negara asing), sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 1 angka 34.

Baca: Kisruh Warga Cina di DPT, KPU Cianjur Segera Koreksi NIK Bahar

"Artinya, meskipun orang asing memiliki KTP elektronik, namun karena yang bersangkutan itu bukan WNI tetap tidak mempunyai hak pilih," kata Zudan di kantor Kemendagri, Rabu, 27 Februari 2019.

Zudan mengatakan, pada penyerahan Data Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4) untuk pilkada 2018 yang diserahkan 27 November 2017 dan DP4 Pemilu 2019 yang diserahkan 15 Desember 2017 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), data atas nama Guohui Chen dengan NIK 3203012503770011 tidak masuk dalam DP4 tersebut.

"Pada DPT Pemilu 2019 yang ditetapkan KPU, NIK 3203012503770011 digunakan atas nama Bahar, yang seharusnya NIK tersebut milik Guohui Chen. Sedangkan NIK Bahar adalah 3203011002720011 yang diterbitkan sejak tanggal 20 Oktober 2008, sebagaimana tercantum dalam DP4 Pilkada 2018 dan DP4 Pemilu 2019," ujar Zudan.

"NIK yang benar atas nama Bahar yaitu 3203011002720011 tidak ditemukan di dalam DPT."

Baca: Warga Negara Cina Terdaftar di DPT Pemilu 2019

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur, Hilman Wahyudi, menegaskan bahwa munculnya Nomor Induk Kependudukan atas nama Guohui Chen yang berkewarganegaraan China merupakan kesalahan input data.

Nomor induk dalam KTP itu terdaftar atas nama Bahar, warga Gang Arrohim RT 01/RW 03, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Alamat dan identitasnya berbeda, jadi yang terdaftar di DPT itu tetap atas nama Bahar, hanya NIK-nya yang beda," ujar Hilman saat menggelar konferensi pers di Kantor KPU Kabupaten Cianjur, Selasa 26 Februari 2019.

Hilman memastikan tidak akan ada WNA yang menjadi pemilih di Kabupaten Cianjur karena dalam aturannya hanya WNI yang memiliki hak pilih. "Nanti juga saat pemungutan suara dipastikan petugas tempat pemungutan suara (TPS) akan memeriksa KTP pemilih. Jika ada warga asing yang datang akan kami tolak," kata Hilman.

Isu soal KTP warga negara Cina yang terdaftar dalam DPT meruyak saat Bahar, 47 tahun, kebingungan namanya tercantum di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 dengan Nomor Induk Kependudukan Warga Negara Asing berkebangsaan Cina. Sedangkan NIK dia sendiri tak terdaftar di DPT setempat.

Baca: Soal WNA Masuk DPT Pemilu 2019, Ini Penjelasan KPU Cianjur

Menurut Bahar, hal tersebut diketahui saat ramai di media sosial ada WNA yang terdaftar di DPT TPS 009 Kelurahan Sayang. Saat dilakukan pengecekan, ternyata nama yang tercantum atas nama Bahar, NIK-nya milik orang lain.






Sopir Audi Tersangka Tabrak Lari di Cianjur Ajukan Gugatan Praperadilan

19 jam lalu

Sopir Audi Tersangka Tabrak Lari di Cianjur Ajukan Gugatan Praperadilan

Tim kuasa hukum sopir Audi yang ditetapkan tersangka kasus tabrak lari mengajukan gugatan praperadilan terhadap Polres Cianjur


Berkas Kasus Kecelakaan Cianjur Dilimpahkan ke Kejaksaan

22 jam lalu

Berkas Kasus Kecelakaan Cianjur Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka kasus kecelakaan Cianjur dijerat dengan dua sangkaan.


Puting Beliung Terjang Pengungsian Korban Gempa Cianjur: Tenda Rusak hingga Warga Tertimpa Lemari

22 jam lalu

Puting Beliung Terjang Pengungsian Korban Gempa Cianjur: Tenda Rusak hingga Warga Tertimpa Lemari

Tenda pengungsian di Desa Nagrak, Cianjur, Jawa Barat, rusak diterjang puting beliung, Senin 6 Februari 2023. Bahkan salah seorang warga tertimpa lemari saat berusaha menahan tenda agar tidak terbang


Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

3 hari lalu

Galian Pasir Longsor di Cianjur, Tiga Orang Tertimbun Bersama Alat Berat dan Truk

Tiga orang penambang pasir galian C di Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, tewas tertimbun longsor, Sabtu 4 Februari 2023


7 Fakta Tabrak Lari Mahasiswi di Cianjur: Pelat Palsu hingga Dugaan Perselingkuhan

3 hari lalu

7 Fakta Tabrak Lari Mahasiswi di Cianjur: Pelat Palsu hingga Dugaan Perselingkuhan

Kasus tabrak lari mahasiswi Selvi Amalia Nuraeni hingga tewas di Kecamatan Karangtengah, Cianjur pada 20 Januari 2023, membuka sejumlah fakta baru


Lingkaran Pertemanan dan Keluarga Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Duloh

4 hari lalu

Lingkaran Pertemanan dan Keluarga Jadi Korban Pembunuhan Berantai Wowon Duloh

Para korban pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon dan Duloh adalah orang-orang terdekat mereka. Keluarga dan teman dari keluarga mereka.


Cerita Silva, Saudara Kembar Korban Tabrak Lari di Cianjur

4 hari lalu

Cerita Silva, Saudara Kembar Korban Tabrak Lari di Cianjur

Silva saudara kembar Selvi yang menjadi korban tabrak lari di Cianjur mengisahkan tentang peristiwa yang dialami kembarannya itu.


Gempa Garut Menjelang Tengah Malam, BPBD Cek Dampak

5 hari lalu

Gempa Garut Menjelang Tengah Malam, BPBD Cek Dampak

Intensitas gempa IV MMI dirasakan masyarakat di wilayah Garut Kota, Pasirwangi, Cisurupan, Bayongbong, dan Kecamatan Samarang.


Korlantas Polri Lacak Pemilik Asli Audi A6 yang Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur

5 hari lalu

Korlantas Polri Lacak Pemilik Asli Audi A6 yang Tabrak Lari Mahasiswi Cianjur

Kasus tabrak lari seorang mahasiswi di Cianjur masih terus diselidiki. Korlantas Polri akan cari pemilik mobil Audi A6 yang tabrak mahasiswi itu.


Cerita 2 TKW Korban Wowon Serial Killer di Posko Cianjur, Rugi Rp 100 Juta dan Rp 288 Juta

5 hari lalu

Cerita 2 TKW Korban Wowon Serial Killer di Posko Cianjur, Rugi Rp 100 Juta dan Rp 288 Juta

Wowon Erawan alias Aki atau Wowon serial killer, 60 tahun, tersangka kasus pembunuhan berantai ternyata sering menebar teror kepada korbannya.