Polri Persilakan Brigjen Krishna Murti Jika Ingin Jadi Ketua PSSI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti menginstruksikan anggota untuk mundur saat terjadi perlawanan dari warga di Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 10 Mei 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti menginstruksikan anggota untuk mundur saat terjadi perlawanan dari warga di Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten, 10 Mei 2016. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menyatakan tak keberatan jika Wakil Kepala Satuan Tugas Antimafia Bola Brigadir Jenderal Krishna Murti berniat menjadi Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI. Apalagi, tak ada aturan yang melarang seorang polisi aktif jadi ketua organisasi atau lembaga.

    Baca juga: KLB PSSI Diharapkan Tak Bikin Gaduh, Nama Calon Ketua Bermunculan

    Namun, Brigjen Krishna Murti harus mengajukan izin terlebih dahulu kepada pimpinan di institusi tempatnya bernaung. "Silakan saja sepanjang dia tidak mengganggu tugas pokoknya, yang penting dia ada izin pimpinannya," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Februari 2019

    Dedi lantas mencontohkan beberapa polisi juga pernah menjadi ketua di sebuah organisasi. Sebut saja seperti Komisaris Jenderal Syafruddin yang kala itu menjabat sebagai Wakapolri juga menjabat ketua kontingen atau Chief de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2018.

    Izin tersebut bisa diajukan ketika Krishna sudah ditetapkan sebagai calon ketua umum PSSI. "Setelah dia nanti ikut assesmen pencalonan dan pansel ya," ucap Dedi menambahkan.

    Baca juga: PSSI Segera KLB, Begini Calon Ketua Harapan Persipura

    Tapi, langkah Krishna akan terkendala syarat yang ditetapkan Statuta PSSI, di mana dalam Pasal 34 ayat 4 menyebutkan bahwa calon Ketua Umum PSSI sekurang-kurangnya harus aktif lima tahun dalam sepakbola.

    "Di sana ada statutanya. Kalau lima tahun nggak aktif di PSSI, nggak bisa," kata Dedi. Lalu, usianya harus lebih dari 30 tahun, harus tidak pernah dinyatakan bersalah atas suatu tindak pidana, serta berdomisili di wilayah Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.