Jokowi - Prabowo Pidato Kebangsaan di Sidang Tanwir Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpidato saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir berpidato saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah di UMM Dome, Malang, Jawa Timur, Kamis 7 Februari 2019. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan akan mengundang Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto untuk hadir dalam sidang tanwir PP Muhammadiyah di Bengkulu pada 15-17 Februari 2019.

    Baca: Sidang Tanwir di Bengkulu, Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo

    Haedar menuturkan keduanya diundang bukan sebagai calon presiden melainkan tokoh bangsa. Baik Jokowi dan Prabowo akan diberi kesempatan berbicara dalam forum itu namun bukan visi misi sebagai calon presiden. Tetapi lebih kepada pandangan tentang dinamika kebangsaan.

    “Sehingga Insyaalah (Jokowi dan Prabowo) akan berbicara bukan dalam posisi seperti saat sedang debat,” kata Haedar di sela Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin 11 Februari 2019. "Keduanya juga diundang di hari yang berbeda."

    Haedar menuturkan, Jokowi maupun Prabowo dalam tanwir diposisikan sama-sama sebagai dua representasi tokoh bangsa. Yang kebetulan saat ini sedang belaga dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019.

    “Jadi yang disampaikan keduanya (Jokowi dan Prabowo) saat tanwir jangan dianggap sebagai visi misi, tapi anggaplah soal wawasan kebangsaan, sehingga tak perlu diuji, biar debat publik saja yang menguji mereka,” ujar Haedar.

    Haedar menilai undangan bagi kedua capres itu dalam tanwir Muhammadiyah sekaligus mendorong mereka agar mau ikut menjadi teladan untuk pendukungnya menampilkan sikap politik secara santun dan tetap mengedepankan perdamaian.

    Ia menambahkan sampai saat ini rencana mengundang Jokowi dan Prabowo masih terus dikomunikasikan kepada perwakilan masing-masing. Karena saat tanwir itu juga berbarengan dengan acara debat publik capres. Sehingga disusun agar tidak bertabrakan. Debat Pilpres digelar pada 17 Februari 2019.

    “Kalau pun keduanya tidak jadi (datang ke tanwir ) ya kemungkinan memang karena berbarengan dengan debat capres,  kalau tanwir kan juga tidak bisa diundur,” ujarnya.

    Simak juga: Kata Haedar Nashir Soal Jokowi dan Prabowo di Tanwir Muhammadiyah

    Sebelumnya Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan Prabowo akan diundang hadir pada Jumat, 15 Februari 2019 sedangkan Jokowi sehari setelahnya. Mereka akan berpidato mengenai tema yang sama, yaitu beragama yang mencerahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.