3 Warga Pasirjati Tewas Diterjang Banjir Bandang

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    Ilustrasi banjir. TEMPO/Ifa Nahdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak tiga warga Pasirjati, Kabupaten Bandung tewas akibat diterjang banjir bandang yang terjadi di Kompleks Pasir Jatienda, Dusun Pasir Jati RT 04/RW 06, Desa Jatiendah Kecamatan Cilengkrang, pada Sabtu 9 Februari 2019 malam.

    Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat, Budi Budiman Wahyu di Bandung, Minggu menyebutkan ketiga warga Pasirjati yang meninggal itu adalah Firdasari 35 tahun, Nuraini (25) dan Rauvan (17 bulan).

    Selain itu, lanjut Budi, sebanyak tiga orang juga mengalami luka-luka akibat kejadian bencana alam ini yakni Kiki (12) mengalami luka berat, Nisa (14) mengalami luka ringan dan Ajay (45) mengalami luka ringan.

    Budi menjelaskan banjir di lokasi tersebut terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB.

    Banjir tersebut, lanjut dia, diakibatkan oleh intensitas hujan deras, sehingga sungai di kawasan Jatiendah meluap sehingga tak bisa menampung debit air sungai tersebut.

    Banjir juga telah mengakibatkan dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang.

    "Saat ini kami terus terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bandung. Selain kami, BPBD Kabupaten Bandung, SAR dan tim aparat setempat menuju ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi warga yang meninggal dunia dan luka-luka," kata dia.

    Lebih lanjut Budi mengatakan BPBD Jawa Barat juga telah memberikan bantuan sementara untuk penanganan darurat berupa cangkul, sekop dan garpu.

    "Kemudian Dinas PUPR Kabupaten Bandung menuju lokasi dengan merunkan alat berat untuk membersihkan sisa-sisa lumpur," kata Budi.

    Lihat juga: Kondisi Porak-poranda Pasirjati Bandung Usai Diterjang Banjir Bandang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.