Perjalanan Politik Ahok Sebelum Bergabung dengan PDIP

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama alias BTP memberikan salam saat mengunjungi kantor DPD PDIP Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019. Ahok terlihat mengenakan jaket merah berlambang PDIP. Johannes P. Christo

    Basuki Tjahaja Purnama alias BTP memberikan salam saat mengunjungi kantor DPD PDIP Bali di Denpasar, Bali, Jumat, 8 Februari 2019. Ahok terlihat mengenakan jaket merah berlambang PDIP. Johannes P. Christo

    7. Menjadi Gubernur DKI Jakarta

    Masa jabatan Jokowi-Ahok di DKI sedianya habis pada 2017. Namun, pada 2014, Ahok naik jabatan menjadi gubernur, menggantikan Jokowi yang terpilih menjadi presiden.

    Simak juga: Basuki Tjahaja Purnama Gabung ke PDI Perjuangan, PA 212: Cocok

    Ahok resmi menjadi gubernur DKI melalui rapat paripurna istimewa DPRD DKI. Dia resmi dilantik oleh Presiden Jokowi pada 19 November 2014 di Istana Negara.

    Ia mencalonkan diri sebagai calon gubernur pada pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017. Dia berpasangan dengan politikus PDIP Djarot Saiful Hidayat. Namun, keduanya kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

    Sejak akhir 2016 hingga Mei 2017, Ahok menjalani persidangan kasus penistaan agama lantaran beredarnya sebuah video pidatonya di Kepulauan Seribu, Jakarta. Ucapan Ahok dalam video yang berbunyi "Jangan mau dibohongi pakai Al-Maidah ayat 52...." diedit oleh Buni Yani dengan menghilangkan kata pakai. Persidangan Ahok selalu diwarnai gelombang aksi demonstrasi massa dari Front Pembela Islam.

    Buni Yani juga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik lantaran telah mengedit video pidato Ahok itu. Dia dinyatakan melanggar Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE dan dihukum 1,5 tahun penjara. Namun, hukuman penjara itu baru dieksekusi 1 Februari lalu, satu pekan setelah Ahok bebas.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.