Pagi Ini, Gunung Merapi Delapan Kali Keluarkan Guguran Lava

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung mengabadikan puncak Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih dari kawasan Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin 7 Januari 2019. Menurut data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terjadi peningkatan pertumbuhan kubah lava pada 3 Januari 2019 sebesar 415.000 meter kubik dibandingkan 27 Desember 2018 sebesar 389.000 meter kubik, dengan laju pertumbuhan rendah. ANTARA

    Pengunjung mengabadikan puncak Gunung Merapi yang mengeluarkan asap putih dari kawasan Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Senin 7 Januari 2019. Menurut data pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, terjadi peningkatan pertumbuhan kubah lava pada 3 Januari 2019 sebesar 415.000 meter kubik dibandingkan 27 Desember 2018 sebesar 389.000 meter kubik, dengan laju pertumbuhan rendah. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Geologi (BPPTKG) mencatat terjadi delapan kali guguran lava pijar meluncur dari Gunung Merapi pada Selasa, 29/1.

    Lewat akun Twitter resminya yang dipantau di Yogyakarta, BPPTKG menyatakan berdasarkan data seismik pukul 00.00-06.00 WIB gunung api itu delapan kali meluncurkan guguran lava yang berlangsung selama 22 sampai 66 detik. Empat guguran lava pijar teramati melalui CCTV BPPTKG ke arah Kali Gendol dengan jarak luncur 200 sampai 600 meter.

    Berita terkait:BPPTKG: Luncuran Lava Gunung Merapi Sudah Mencapai 1 Kilometer

     

    Pada Senin, 28/1, malam mulai pukul 18.00-24.00 WIB, BPPTKG juga mencatat ada lima kali gempa guguran dengan durasi 16-26 detik.

    Analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG menunjukkan volume kubah lava gunung itu telah mencapai 461 ribu meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.

    Saat ini kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari.

    BPPTKG juga melaporkan pada periode 18-24 Januari 2019 gunung api teraktif di Indonesia itu mengalami tiga kali gempa hembusan, satu kali gempa vulkanik dangkal, 223 kali gempa guguran, dua kali gempa frekuensi rendah, dan tujuh kali gempa tektonik.

    Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian. Sedangkan untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana masih bisa dilakukan.

    BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?