Cerita Ketua Muslimat NU Khofifah Hadapi Komentar Soal Kerudung

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pemaparan di harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad, 27 Desember 2018. Khofifah mengatakan deklarasi ini bertujuan untuk membantu setiap anggotanya membangun pola pikir yang produktif, konstruktif, dan positif. TEMPO/Faisal Akbar

    Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pemaparan di harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad, 27 Desember 2018. Khofifah mengatakan deklarasi ini bertujuan untuk membantu setiap anggotanya membangun pola pikir yang produktif, konstruktif, dan positif. TEMPO/Faisal Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengaku pernah dikomentari beberapa anggotanya soal caranya menggunakan kerudung. Dia dinilai tidak mengikuti ketentuan Islam atau syar'i.

    Baca juga:  Harlah Muslimat NU ke-73 di GBK Bakal Dihadiri 100 Ribu Orang

    "Ibu, kenapa ibu enggak pakai kerudung syar'i," kata Khofifah menirukan ucapan anggotanya, saat membuka rapat koordinasi nasional Muslimat NU di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Ahad, 27 Januari 2019.

    Khofifah mengatakan, pertanyaan sejenis itu sering dia dengar. Dari hasil pembicaraannya dengan putra dan putri NU, mantan Menteri Sosial ini bahkan mendengar beberapa kadernya menilai seseorang belum bertaubat jika belum mengenakan atribut atau pakaian tertentu.

    Khofifah mengaku kondisi tersebut sangat mengusiknya. Menurut dia, tak seharusnya ada perbedaan pemikiran mengenai sesuatu yang syar'i atau tidak di dalam tubuh Muslimat NU. "Kenapa kita berada dalam suasana, yang menurut saya, sudah mulai mengusik identitas yang jadi bagian dari kebiasaan yang sudah kita lalukan dan itu sudah terkonstruksi dari mulai pendiri Muslimat NU," ujarnya.

    Baca juga: Harlah Muslimat NU, Ini Rekayasa Lalu Lintas Sekitar Stadion GBK

    Untuk itu, Khofifah ingin membahas kondisi ini lebih mendalam. "Sehingga tidak ada perasaan bagi siapapun di Muslimat NU bahwa ini syar'i, ini tidak syar'i. Atau ini obat dan ini bukan obat," ujarnya.

    Dia mengaku ingin membuat konsolidasi pemikiran di dalam tubuh Muslimat NU. Gubernur Jawa Timur terpilih ini bahkan sudah bertemu dengan Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia untuk membahas kategori syari'i kerudung. Namun prosesnya disebut tak mudah dan sebentar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.