Waduk Era Jokowi jadi Tumpuan Atasi Kekeringan Kabupaten Sragen

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang kering di Desa Glagah, Tangen, Sragen, Jawa Tengah, Rabu, 19 September 2018. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, sebanyak 32 desa di tujuh kecamatan di Sragen mengalami kesulitan air bersih. ANTARA

    Seorang pria mengambil air dari lubang yang digali di dasar sungai yang kering di Desa Glagah, Tangen, Sragen, Jawa Tengah, Rabu, 19 September 2018. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, sebanyak 32 desa di tujuh kecamatan di Sragen mengalami kesulitan air bersih. ANTARA

    TEMPO.CO, Sragen - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui ada sebagian wilayahnya yang menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau. Hanya saja pemerintah selalu berupaya agar kebutuhan air bersih warga Kabupaten Sragen bisa tercukupi.

    "Pemerintah daerah, provinsi dan pusat tidak pernah tinggal diam," kata Kusdinar saat ditemui, Selasa 15 Januari 2019. Mereka selalu berusaha agar peta kekeringan di kabupaten yang menjadi salah satu bagian Pegunungan Kendeng itu bisa menyusut.

    Berita terkait: Di Sragen, Satu Jam dari Solo, Rakyat Kesulitan Air

    Sragen menjadi sorotan setelah Calon Presiden Prabowo Subianto menyebut banyak masyarakat yang menderita menghadapi kesulitan air bersih. "Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB memprediksi 2025 dunia akan krisis air bersih," kata Prabowo, saat memberikan pidato kebangsaan di JCC Senayan, Senin, 14 Januari 2019.

    "Sekarang saja di Nusantara banyak yang kesulitan air bersih, bayangkan di Sragen, satu jam dari Solo, rakyat kesulitan air," kata Prabowo. Dia mengatakan, "Tim kami di sana meminta agar tidak usah dikirimi baliho atau spanduk, kirim tangki air."

    Menurut Bupati Kusdinar, pada 2018 lalu, ada 36 desa di tujuh kecamatan di sragen yang terdampak kekeringan saat musim kemarau. Kusdinar menyebut daerah tersebut merupakan kawasan berkapur dan tidak memiliki sumber air. "Sejak zaman dahulu selalu kekeringan," katanya.

    Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kabupaten Sragen selalu berupaya mendongkrak jumlah sambungan layanan air bersih. Selain itu mereka juga menambah kapasitas bahan baku pengolahan air bersih. Mereka juga berkoordinasi dengan kabupaten lain yang memiliki cadangan sumber air berlebih.

    Selama dua tahun terakhir Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah membangun beberapa embung. "Ada dua embung di Kecamatan Sumber Lawang," kata dia. Pemprov Jawa Tengah juga membangun beberapa sumur dalam untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

    Sragen juga dipastikan bakal bisa memanfaatkan cadangan air dari Waduk Gondang yang berada di Kabupaten Karanganyar. Waduk Gondang merupakan salah satu dari program pembangunan 65 waduk selama 2015 hingga 2019 di era Pemerintahan Joko Widodo alias Jokowi.

    Menurut Kusdinar, aliran dari Waduk Gondang itu diprediksi sudah bisa dimanfaatkan pada 2020 mendatang. "Akan sangat membantu karena kami bisa mendapatkan tambahan 100 liter per detik untuk bahan baku air bersih," kata wanita yang menjabat sebagai Pembina DPC Partai Gerindra Sragen itu.

    Selain untuk air bersih, Waduk Gondang juga akan mengairi sawah yang berada di Kabupaten Karanganyar dan Sragen. "Meski letaknya berada di Karanganyar, aliran irigasinya justru lebih banyak untuk Sragen," katanya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.