Prabowo: Banyak Masyarakat Bunuh Diri karena Ekonomi Sulit

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin 14 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno saat menyampaikan pidato kebangsaan di JCC, Jakarta, Senin 14 Januari 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal masyarakat yang bunuh diri dalam pidato kebangsaan yang ia helat di JCC Senayan pada Senin, 14 Januari 2019.

    Baca: Gerindra Instruksikan Pendukung Nonton Pidato Kebangsaan Prabowo

    "Beberapa waktu lalu saya mendapat laporan ada kepala keluarga berna aHardi di Tawangharjo, Gerobokan, Jawa Tengah bunuh diri," kata Prabowo saat memberikan pidato. "Almarhum bunuh diri karena tidak bisa membayar utang meninggalkan anak dan istri."

    Menurut Prabowo, Hardi merasakan ekonomi terasa berat. "Selama beberapa tahun terakhir saya mendapat laporan ada banyak cerita seperti ini," kata dia. Ia juga mengutip beberapa kisah soal masyarakat yang gantung diri.

    Calon Presiden Nomor Urut 02 ini mengatakan setelah turun ke masyarakat, ia menemukan banyak masyarakat yang mengeluh karena kesulitan ekonomi.

    Baca: Pernyataan Prabowo akan Mundur, Timses Jokowi: Upaya Delegitimasi

    "Emak-emak juga banyak yang mengeluh karena harga-harga naik," kata Prabowo. "Bagaimana bisa harga gula di Indonesia lebih mahal tiga kali lipat dari dunia." Ia pun menyinggung soal impor bahan pangan seperti garam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.