Kata Dahnil Anzar Soal Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Novel Baswedan, memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa penasehat hukum, Lucas SH. CN, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan lima orang saksi yakni Novel Baswedan, anak terdakwa Eddy Sindoro, Michael Sindoro, petugas bandara Soekarno Hatta dan teknisi jaringan Imigrasi. TEMPO/Imam Sukamto

    Novel Baswedan, memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang lanjutan untuk terdakwa penasehat hukum, Lucas SH. CN, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. Dalam sidang ini Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan lima orang saksi yakni Novel Baswedan, anak terdakwa Eddy Sindoro, Michael Sindoro, petugas bandara Soekarno Hatta dan teknisi jaringan Imigrasi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pihaknya berprasangka baik ihwal tujuan pembentukan Tim Gabungan kasus Novel Baswedan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Dahnil berharap Tim Gabungan itu tak dibentuk sekadar untuk mengantiispasi debat pemilihan presiden 17 Januari mendatang.

    "Kami sih berprasangka baik saja. Berprasangka baik itu bukan dipersiapkan untuk menjawab pertanyaan menjelang debat," kata Dahnil ketika dihubungi, Jumat, 11 Januari 2019.

    Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia menyatakan telah mengeluarkan surat tugas pembentukan Tim Gabungan untuk kasus Novel Baswedan. Tim itu bakal bertugas sejak enam bulan terhitung sejak 8 Januari 2019 untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang terjadi pada 11 April 2017 silam.

    Kendati begitu, Dahnil menilai Tim Gabungan yang terbentuk itu belum memenuhi ekspektasi kelompok masyarakat sipil. Sebab, kelompok masyarakat sipil serta tim kuasa hukum Novel sendiri menginginkan tim gabungan pencari fakta (TGPF) yang independen. Namun, Tim Gabungan yang ada sekarang justru dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian.

    "Kenapa, karena sejak awal sudah ada distrust dalam penanganan kasus ini," kata Dahnil. "Lagipula di kepolisian sudah ada tim yang disebut Pak Tito dibentuk untuk serius menangani kasus ini."

    Sejumlah pihak menduga pembentukan Tim Gabungan kasus Novel Baswedan sebagai persiapan Presiden Joko Widodo dalam debat pertama pemilihan presiden 2019. Debat yang akan berlangsung Kamis pekan depan, 17 Januari itu membahas isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

    Dalam beberapa kesempatan, kubu Prabowo-Sandiaga menyatakan memiliki sejumlah kritik terhadap pemerintahan Jokowi, salah satunya menyangkut kasus Novel. Dahnil pun pernah mengatakan bahwa pembentukan TGPF akan menjadi fokus Prabowo-Sandiaga seumpama terpilih menjadi presiden dan wakil presiden.

    Dahnil mengatakan, meski sejak awal mengawal kasus Novel, dia tak berada dalam posisi menjadikan kasus itu komoditas politik. Sebagai anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Dahnil mengklaim dirinya terus mendorong agar TGPF dibentuk secara independen. "Yang ingin kami dorong di tim BPN adalah memastikan TGPF independen," kata dia.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.