Medan dan Cuaca Jadi Kendala Polisi Kejar Kelompok Ali Kalora

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pengamanan terorisme. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Sulawesi Tengah masih terus mengejar kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Namun, polisi terkendala medan pencarian dan faktor cuaca. "Kami memang terkendala medan seperti hutan, bukit, dan semak belukar." Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hery Murwono menyampaikannya melalui pesan teks, Rabu, 2 Januari 2019.

    Hujan yang terus menerus membuat pencarian terhadap kelompok yang dikomando Ali Kalora ini menjadi kurang lancar.

    Kelompok yang dikomando Ali Kalora ini kembali berulah setelah lama tak muncul. Polisi yakin kelompok MTI adalah pelaku mutilasi RB, penduduk Dusun Salubose, Parigi Moutong. Kepala penambang emas ini ditemukan di jembatan desa pada 30 Desember lalu. Sedangkan tubuhnya ditemukan di daerah pegunungan keesokan harinya.

    Baca: Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Diduga ...

    Saat mengevakuasi jenazah, tim gabungan kepolisian diserang oleh kelompok Ali. Baku tembak terjadi. Kelompok teror juga melempar bom lontong. Dua polisi, yakni Brigadir Kepala Andrew Maha Putra dan Brigadir Kepala Baso, tertembak di bagian punggung, bahu, dan kaki. "Mereka menembaki dari belakang gunung dan lereng gunung. Kejadian baku tembak itu terjadi selama 30 menit," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.

    Dedi menduga pembunuhan terhadap RB sengaja dilakukan untuk menciptakan keresahan dan teror dalam masyarakat. Untuk mengejar pelaku, Polri menerjunkan dua Satuan Setingkat Peleton (SST) Brigadir Mobil, satu SST dari Poso, dan satu SST dari Palu untuk membantu Kepolisian Resor Parimo.

    Baca: 5 Fakta Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ...

    Hasil penelusuran sementara di lokasi, polisi menyita tiga bom lontong, satu teropong siang, dua amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter, dan tujuh selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter.

    Mengejar kelompok Ali Kalora, Polri telah mengerahkan tim satuan gabungan yang terdiri dari dua Satuan Setingkat Peleton (SST) Brigade Mobil.

    ANDITA RAHMA | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?