4 Pleton Brimob Buru Kelompok Mujahidin Indonesia Timur di Poso

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak ikut melepas Pasukan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam upacara pemberangkatan pasukan Operasi Tinombala di Kantor Polda Sulsel, Makassar, 6 Agustus 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    Seorang anak ikut melepas Pasukan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam upacara pemberangkatan pasukan Operasi Tinombala di Kantor Polda Sulsel, Makassar, 6 Agustus 2016. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menerjunkan dua Satuan Setingkat Pleton (SST) Brigadir Mobil, satu SST dari Poso dan satu SST dari Palu untuk membantu Kepolisian Resor Parimo melakukan pengejaran terhadap kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang digawangi oleh Ali Kalora.

    Baca juga: Polda: Gerilya Mujahidin Indonesia Timur di Poso Berubah

    "Langkah awalnya, anggota menyusuri kembali ke lokasi penembakan," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui pesan teks, Selasa, 1 Desember 2018.

    Lokasi penembakan tersebut berada di Panta Kapal Dusun Salubose, Sulawesi Tengah. Dua anggota tim gabungan Polres Marigi dan Polda Sulawesi Tengah yakni Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Andrew Maha Putra dan Bripka Baso ditembak oleh kelompok yang dipimpin oleh Ali Kalora tersebut pada 31 Desember 2018 sekitar pukul 09.00 WITA.

    Saat itu, Bripka Andrew dan Bripka Baso sedang dalam perjalanan menuju proses evakuasi korban mutilasi kelompok Mujahidin Indonesia Timur. Akibat dari insiden tersebut, Bripka Andrew mengalami luka tembak di bagian punggung sebelah kiri atas, punggung sebelah kanan dan kaki kanannya patah. Sedangkan Bripka Baso mengalami luka tembak di bahu sebelah kiri dan pantat.

    Baca juga: Kontak Tembak di Poso, Polres Benarkan 2 Terduga Teroris Tewas

    "Saat ini kedua anggota masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah, menjalani perawatan dan sudah mulai stabil," ucap Dedi.

    Dedi menuturkan, dari hasil penelusuran lokasi penembakan kedua kali, polisi menyita tiga bom lontong, satu teropong siang, dua amunisi aktif kaliber 5,56 milimeter, tujuh selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter, dan satu unit sepeda motor milik Bripka Andrew.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.