Kasus Pengaturan Skor, Sekjen PSSI akan Penuhi Panggilan Polri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria akan menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam sepak bola, hari ni.

    "Iya betul, sekitar jam 10.00 WIB saudara Ratu Tisha akan menjalani pemeriksaan," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo melalui pesan singkat, Jumat, 28 Desember 2018. Ratu Tisha akan diperiksa sebagai saksi.

    Baca: Pengaturan Skor Sepak Bola: Hasil Tim 9 Disampaikan ke Bareskrim

    Polri sebelumnya telah memanggil Ratu Tisha pada 21 Desember lalu. Namun, saat itu ia tak bisa memenuhi panggilan penyidik karena ada kegiatan lain.

    Untuk pemeriksaan kali ini, kata Dedi, pihaknya sudah mengonfirmasi kesediaan Ratu Tisha untuk hadir. "Sudah diberikan surat panggilan, sudah dikomunikasikan hari ini dari pihak PSSI bisa hadir," ujarnya.

    Kasus skandal pengaturan skor dalam pertandingan sepak bola kembali muncul ke publik setelah diembuskan oleh Manajer Madura FC Januar Herwanto. Ia mengaku pernah ditawari sejumlah uang oleh anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat, agar timnya mengalah saat melawan PSS Sleman di Liga 2.

    Baca: Satgas Antimafia Bola Polri Tangkap Anggota Komite Eksekutif PSSI

    Setelah kasus tersebut mencuat, Hidayat memutuskan mundur dari Exco PSSI. Komdis PSSI hanya melayangkan sanksi kepada Hidayat berupa larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun, diwajibkan membayar denda sebesar Rp 150 juta dan dilarang memasuki stadion selama dua tahun.

    Untuk menyelidiki kasus tersebut, Polri telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Satgas ini telah memeriksa lebih dari 10 orang sebagai saksi, diantaranya Manajer madura FC Januar Herwanto, Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Richard Sambera, dan Sekretaris Jenderal BOPI Andreas Marbun. Mereka diduga memiliki informasi dan mengetahui seputar kecurangan pengaturan skor sepak bola. Hari ini, Polri akan memeriksa Sekjen PSSI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.