Kisah Warga Jerman, Penghuni Terakhir di Vila Terdampak Tsunami

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja PT PLN membetulkan jaringan listrik yang terputus akibat dihantam gelombang tsunami di Kawasan Wisata Carita, Pandeglang, Banten, Senin 24 Desember 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Sejumlah pekerja PT PLN membetulkan jaringan listrik yang terputus akibat dihantam gelombang tsunami di Kawasan Wisata Carita, Pandeglang, Banten, Senin 24 Desember 2018. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Banten - Papa Jerman (bukan nama sebenarnya), 70 tahun, masih bertahan menempati vila di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Banten. Setelah tsunami menerjang Selat Sunda pada Sabtu, 22 Desember lalu, pria asal Jerman ini bersama istrinya yang merupakan orang Indonesia, memilih tetap tinggal di vila yang kini sunyi tanpa pengunjung.

    Baca juga: Menembus Kecamatan Sumur yang Diterjang Tsunami Selat Sunda

    "Mereka masih tinggal di vila," kata Presiden Direktur PT Banten West Java Purnomo Siswoprasetjo kepada Tempo saat memberikan penjelasan singkat pada Ahad malam, 23 Desember 2018.

    Menurut informasi pihak resor Tanjung Lesung, Papa Jerman dan istrinya tinggal di Vila Kalicaa. Ia adalah investor sekaligus pemilik unit vila tersebut.

    Vila itu hanya berjarak ratusan meter dari bibir Pantai Tanjung Lesung. Keberadaannya bersebelahan dengan Beach Hotel--resor tempat family gathering PLN yang terempas tsunami.

    Baca: Natal yang Nyenyat di Gereja Lokasi Tsunami Selat Sunda

    Saat kejadian, Papa Jerman dan istrinya tak beranjak dari vila. Ia memutuskan tetap tinggal. Saat ditemui Tempo di vilanya pada Senin sore, 24 Desember 2018, Papa Jerman tampak sehat. Vilanya juga utuh tak terkena dampak gelombang tsunami.

    Sore itu, Papa Jerman sedang menyapu halaman rumah. Ia sempat menolak bertemu, lantaran mengira Tempo merupakan petugas yang akan mengevakuasinya.

    Ketika itu, dia meyakinkan Tempo bahwa kondisinya aman dan tidak takut. Ia juga menyatakan tak khawatir dengan gelombang. Saat ditanya seputar kondisinya ketika tsunami, Papa Jerman menolak menjawab. Musababnya, ia tak lancar berkomunikasi dengan bahasa Inggris dan saat itu istrinya sedang tidak ada di rumah.

    Baca juga: BMKG Minta Masyarakat Hanya Percaya Info Bencana dari Akun Resmi

    Di depan vila Papa Jerman, terpasang genset untuk mengalirkan listrik. Genset ini disediakan oleh pihak pengelola vila. Menurut pantauan Tempo, satpam di kompleks vila tersebut rutin menyambangi Papa Jerman untuk melongok kondisinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.