Dihantam Tsunami, 3 Kalkun di Beach Club Tanjung Lesung Selamat

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga kalkun selamat dari gulungan ombak tsunami yang menerjang kawasan pesisir Pantai Selat Sunda,di Beach Club Tanjung Lesung, Senin, 24 Desember 2018. TEMPO/Devy Ernis

    Tiga kalkun selamat dari gulungan ombak tsunami yang menerjang kawasan pesisir Pantai Selat Sunda,di Beach Club Tanjung Lesung, Senin, 24 Desember 2018. TEMPO/Devy Ernis

    TEMPO.CO, Pandeglang-Tiga ekor kalkun selamat dari gulungan ombak tsunami yang menerjang kawasan pesisir Pantai Selat Sunda, Sabtu petang, 22 Desember 2018. Kalkun-kalkun itu merupakan hewan peliharaan milik pengelola Beach Club Tanjung Lesung.

    Human Resources Development (HRD) Beach Club Anton, 40 tahun, mengaku kaget kalkun ini lolos dari gulungan ombak. "Saya bingung, kok kalkun bisa hidup semua. Itu kan ajaib ya," kata Anton saat ditemui Tempo di Beach Club Tanjung Lesung, Senin, 24 Desember 2018.

    Baca: 1.500 Personel Polri Dikerahkan Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

    Anton tak tahu jelas bagaimana kondisi kalkun-kalkun itu saat ombak menggulung pesisir Tanjung Lesung. Ketika meninjau lokasi Beach Club pasca-bencana, ia menyaksikan hewannya masih hidup di halaman resor.

    Tiga kalkun ini semula memang dipelihara untuk menghidupkan suasana resor. Pengunjung, kata Anton, dapat berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut saat menginap di sana.

    Simak: Dihantam Tsunami, Tanjung Lesung Beroperasi Lagi Mulai 1 Januari

    Berdasarkan pantauan Tempo di lokasi, tiga kalkun ini tampak atraktif. Meraka akan mendekat ke pengunjung. Seorang pawang terlihat menggiring kalkun-kalkun tersebut.

    Kalkun-kalkun itu sudah dipelihara sejak tahun lalu. Selain kalkun, ada 20-an angsa di resor tersebut. Angsa-angsa itu juga selamat dari empasan ombak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.