BMKG Kini Sebut Gelombang Tinggi di Pantai Anyer Tsunami

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tsunami. afognak.org

    Ilustrasi tsunami. afognak.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG meralat pernyataan sebelumnya yang menyatakan gelombang tinggi di Pantai Anyer bukan tsunami.

    Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono gelombang tinggi yang terjadi itu setelah berkonsultasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dinyatakan sebagai tsunami.

    "Sebelumnya kami hanya menduga2 karena tidak mengawasi gunung. Setelah kami berkoordinasi dengan pusat vulkanologi ternyata ada aktivitas gunung anak krakatau pukul 21.03. Kami menduga tsunami tersebut terjadi akibat aktivitas anak Krakatau, tapi bukan karena gempa tektonik," ujar Rachmat saat dihubungi Tempo, Ahad dinihari 23 Desember 2018.

    Sebelumnya dikabarkan gelombang tinggi terjadi di kawasan Pantai Anyer, Banten pada Sabtu malam, 22 Desember 2018. BMKG lewat akun Twitter-nya menyebut gelombang tinggi itu bukan tsunami melainkan fenomena akibat bulan purnama.

    Tonton video erupsi Gunung Anak Krakatau diduga penyebab tsunami Pantai Anyer disini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.