Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Sebab dan Korban Masih Diselidiki

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga-bunga tabebuya kuning menghiasi pembatas jalan di jalan raya Gubeng, Surabaya (13/11). Bunga tabebuya yang saat mekar sepintas mirip sakura di Jepang ini mempercantik tampilan kota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Bunga-bunga tabebuya kuning menghiasi pembatas jalan di jalan raya Gubeng, Surabaya (13/11). Bunga tabebuya yang saat mekar sepintas mirip sakura di Jepang ini mempercantik tampilan kota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Jalan Gubeng Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di sekitar RS Siloam atau dekat BNI Gubeng arah Jalan Sumatera, ambles pada Selasa malam, 18 Desember 2018. Badan jalan ambles sekitar delapan meter dengan panjang 25 meter.

    "Benar ada jalan ambles di sekitar RS Siloam," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, di Surabaya, Selasa.

    Eddy menyatakan masih memastikan tidak ada korban jiwa atas amblesnya Jalan Gubeng. Pun dengan kepastian penyebab ambles. "Ini kami masih cek. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan," katanya.

    Dugaan sementara jalan ambles karena adanya pembangunan di dekatnya. "Di sekitar itu ada pembangunan basement," katanya sambil menambahkan, "Kemungkinan cara mengeruknya dengan menggunakan semprotan air sampai dalam sehingga membuat jalan ambles."

    Sambil memastikan semua itu BPB Linmas bersama pihak terkait seperti Satlantas Polrestabes Surabaya dan Dishub Surabaya masih melakukan penjagaan di area tersebut. "Untuk sementara arus lalu lintas dialihkan ke jalan lain," ujarnya.

    Tonton video jalan Gubeng ambles, akses di tengah Surabaya terputus disini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.