MPR Ajak Warganet Sejukan Masyarakat Lewat Status Pancasilais

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono sosialisasi Empat Pilar di hadapan empat puluh empat bloger, netizen, dan penggiat media sosial (warganet) yang datang dari 11 provinsi, di Jakarta, 8 Desember 2018. (dok MPR RI)

    Sesjen MPR Ma'ruf Cahyono sosialisasi Empat Pilar di hadapan empat puluh empat bloger, netizen, dan penggiat media sosial (warganet) yang datang dari 11 provinsi, di Jakarta, 8 Desember 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL--Sekretaris Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (Sesjen MPR) Ma'ruf Cahyono menggelar diskusi Empat Pilar bersama 44 bloger, netizen, dan penggiat media sosial (warganet) yang datang dari 11 provinsi.
     
    Sesjen menyebut kelompok ini merupakan komunitas masyarakat yang strategis. "Untuk itu kita ajak mereka mensosialisasikan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya di Jakarta, 9 Desember 2018.
     
    Dalam kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 7-9 Desember 2018, mereka mendiskusikan dan membahas mengenai implementasi Empat Pilar yang selanjutnya menjadi bahan warganet dalam tulisan atau status yang mereka unggah dalam keseharian di online. 
     
    Tulisan atau status yang mereka unggah, diharap Ma'ruf Cahyono mampu menjadi penyejuk suasana di masyarakat. "Masyarakat sekarang sangat dinamis," tuturnya.
     
    Apa yang dikomitmenkan oleh mereka diakui sangat luar biasa namun pria asal Banyumas, Jawa Tengah, itu menyebut lebih luar biasa apabila nilai-nilai luhur bangsa itu diimplementasikan dalam kehidupan keseharian. Untuk itu diharap sasaran dari tulisan dan status yang ada diperluas.
     
    Diakui teknologi informasi yang ada saat ini tidak hanya disukai oleh anak muda, orang tua pun diakui juga mulai menggandrungi media ini.
     
    Ma'ruf Cahyono mempertegas mengajak warganet bersama dengan MPR untuk ikut memperkuat, merawat, dan menjaga Indonesia. "Bila warganet ikut mensosialisasikan Empat Pilar maka kedudukannya sama dengan anggota MPR. Mari mensosialisasikan Empat Pilar dengan maksimal," ucapnya.
     
    Disampaikan kepada mereka bahwa MPR adalah rumah kebangsaan. Sebagai rumah bersama maka siapapun berhak menyampaikan aspirasi untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik.
     
    MPR dikatakan tak hanya sebagai rumah kebangsaan namun juga sebagai pengawal Pancasila. "Tak ada bangsa yang tak punya ideologi", ujarnya. Untuk itu diharapkan kepada warganet mempublikasikan nilai-nilai Pancasila dalam tulisan atau status di online.
     
    Diakui selama mengawal ideologi Pancasila, bangsa ini tak lepas dari pengaruh dan tekanan yang sangat luar biasa yang datang dari dalam atau luar negeri. "Saya khawatir kalau Pancasila tak dijaga", ucapnya. "Sehingga warganet perlu menyampaikan pesan yang kuat untuk menjaga ideologi dan persatuan bangsa," katanya.
     
    Bagi Ma'ruf Cahyono, masyarakat harus memiliki ketahanan bangsa agar mampu mengatasi dan menghadapi perubahan zaman. "Perubahan zaman yang ada harus diikuti dengan ideologi yang dinamis meski demikian tak boleh membuat kita keluar dari jati diri bangsa," tuturnya. (*)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.