Pasca-Gempa, Kegiatan Belajar Mengajar di Sigi Belum Normal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Meski belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa dan tsunami, namun beberapa sekolah di Palu sudah memulai aktivitas belajar mengajar. ANTARA

    Sejumlah pelajar mengikuti kegiatan belajar di tenda darurat halaman SMP Negeri 1 Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018. Meski belum sepenuhnya pulih dari dampak gempa dan tsunami, namun beberapa sekolah di Palu sudah memulai aktivitas belajar mengajar. ANTARA

    TEMPO.CO, Palu - Para siswa korban bencana gempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah hingga saat ini masih belajar di bawah tenda-tenda darurat bantuan pemerintah pusat dan United Nations Children's Fund (Unicef).

    Berdasarkan pantauan Antara, kegiatan belajar mengajar para siswa di SD Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru, Sigi masih tetap menggunakan tenda bantuan Unicef yang dipasang di halaman sekolah itu. Seluruh bangunan sekolah hancur akibat gempa berkekuatan 7,4 SR pada akhir September lalu itu.

    Baca: Gempa Palu, Kemendikbud Bangun 333 Sekolah Darurat

    Para siswa belajar tanpa menggunakan kursi dan meja. Namun mereka tampak mengikuti pelajaran dengan serius dari guru mereka.

    Kondisi serupa terlihat juga di SMP Negeri 1 Sigi serta SD dan SMP Maranata. Sebagian siswa belajar di ruangan yang tidak rusak dan sebagian lainya di tenda.

    Kegiatan belajar dengan sarana dan prasarana yang darurat dan sederhana itu sudah berlangsung selama dua bulan pascagempa. Karena itu, kondisi belajar mengajar yang belum normal, jam kegiatan tersebut tidak sama dengan sebelum bencana alam. "Jam 11.00 Wita siswa sudah pulang," kata Ria, salah seorang siswi SMP Negeri I Lolu, Kecamatan Sigibiromaru.

    Baca: Gempa Palu, 2.736 Bangunan Sekolah Rusak

    Bupati Sigi Moh. Irwan Lapata mengatakan semua infranstruktur dan sarana umum, termasuk sekolah, puskesmas, rumah sakit, posyandu, rumah ibadah, jalan, maupun rumah warga yang rusak akibat bencana alam dipastikan dibangun kembali. "Tapi masih butuh waktu," kata dia.

    Meski dengan kondisi seadanya, Irwan berharap kegiatan belajar mengajar di seluruh wilayah terdampak bencana alam di Kabupaten Sigi dapat berjalan dengan baik meski hanya menggunakan tenda-tenda dan ruangan kelas darurat. "Anak-anak sekolah harus mendapatkan pembelajaran yang cukup agar mereka tidak ketinggalan pelajaran," kata dia.

    Ia pun mengakui bahwa selama dua bulan pascagempa, kegiatan belajar mengajar tidak seperti sebelum terjadi bencana. "Tapi mereka jangan sampai ketinggalan pelajaran," kata Irwan.

    Baca: Semangat Anak Korban Gempa Palu Belajar di Tenda Darurat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.