Sandiaga Klaim Bertemu 40 Bos Perusahaan Besar Bicara Pilpres

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno seusai menerima deklarasi dukungan caleg PBB dan Ikatan Batak untuk Indonesia Raya di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam, 22 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno seusai menerima deklarasi dukungan caleg PBB dan Ikatan Batak untuk Indonesia Raya di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam, 22 November 2018. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bos-bos perusahaan besar masih menganggap pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Sandiaga Uno belum serius di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Sandiaga Uno mengungkapkan hal itu setelah ia bertemu dengan 40 bos  perusahaan besar di Indonesia.

    Baca juga: 7 Poin Kontrak Politik Sandiaga Uno dengan Petani Tebu Lumajang ...

    "Mereka menyampaikan secara terbuka bahwa tidak menganggap kami secara serius karena mereka melihat survei yang menunjukkan kekuatan petahana itu tinggi," kata Sandiaga di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 28 November 2018.

    Namun, Sandiaga tak merinci di mana dan kapan tepatnya pertemuan itu, serta siapa para bos yang dia temui.

    Sejumlah sigi lembaga survei selama ini memang menempatkan pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo-Sandiaga. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) 7-24 September lalu, misalnya, mencatat Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 60,4 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 29,8 persen.

    Hasil yang sama ditunjukkan sigi Media Survei Nasional (Median) yang digelar 4-16 November. Jokowi - Ma'ruf tercatat unggul dengan 47 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada di angka 35,5 persen.

    Sandiaga mengatakan, hasil survei internal timnya mencatat selisih elektabilitas dengan petahana tak lagi terpaut jauh, yakni di kisaran 11 persen. Selain jarak yang kian pendek, Sandiaga mengatakan hasil sigi internal juga menunjukkan penurunan keterpilihan Jokowi.

    Sandiaga pun optimistis para pengusaha akan mulai melirik dirinya dan Prabowo. "Dengan survei yang mulai meningkat sekarang, mereka mulai ada ketertarikan untuk mengajak kami bicara," ujar Sandiaga.

    Sandiaga mengimbuhkan, dia juga sudah menunggu-nunggu undangan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Namun, undangan itu tak kunjung datang.

    Sandiaga mengaku telah meminta waktu kepada dua organisasi itu untuk bertemu tetapi belum mendapat respons. Saat ini, ujar Sandiaga, dia dan Prabowo akan fokus menunjukkan kepada masyarakat dan dunia usaha ihwal kebijakan ekonomi yang ditawarkan.

    Baca juga: Jawab Jokowi, Sandiaga: Kalau Belanja ke Pasar Namanya Pencitraan

    "Kami menawarkan sesuatu yang luar biasa berbedanya dengan kebijakan ekonomi yang sekarang. Kami berpihak pada ekonomi rakyat, UMKM, lapangan pekerjaan," kata Sandiaga. "Ini yang kami harapkan nanti ada simpati dari dunia usaha juga."

    Serentetan cerita ini disampaikan Sandiaga saat ditanya ihwal beredarnya foto taipan Tomy Winata memegang kaus bertuliskan "Jokowi - Ma'ruf 01 Indonesia Maju". Sandiaga mengakui lazimnya para pengusaha memang mendukung inkumben. Sebagai oposisi, kata dia, pihaknya tak boleh cengeng dan baper melihat foto tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.