Jawab Jokowi, Sandiaga: Kalau Belanja ke Pasar Namanya Pencitraan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, 3 November 2018. Foto: Istimewa.

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Majene, Sulawesi Barat, Sabtu, 3 November 2018. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno menanggapi santai calon presiden inkumben Joko Widodo yang mengatakan soal orang kaya yang keluar-masuk pasar. Sandiaga mengatakan tak mau ge-er dan tak menganggap perkataan itu untuk menyindirnya.

    Namun, bila memang sindiran itu dialamatkan kepadanya, Sandiaga membenarkan bahwa tujuan utama dia masuk ke pasar memang bukan untuk berbelanja. "Belanja ke pasar itu tugas orang rumah. Kalau saya belanja di pasar itu namanya pencitraan,” kata Sandi dalam rilis yang diterima dari tim medianya pada Ahad, 25 November 2018.

    Baca: Sama-sama Berkampanye di Pasar, Ini Gaya Jokowi vs Sandiaga Uno ...

    Dalam sebuah acara di Lampung, Sabtu, 24 November, Jokowi mengatakan tujuan orang kaya datang ke pasar itu bukan belanja, melainkan mengomentari harga. Pernyataan Jokowi itu banyak diterjemahkan sebagai sindiran untuk Sandiaga Uno yang rajin berkampanye ke pasar dan menanyakan harga.

    Sandiaga mengatakan tujuannya masuk-keluar pasar memang untuk melihat persoalan akar rumput yang riil. Kegiatan itu agenda utama kampanyenya. Soal harga-harga yang fluktuatif, ia membela pernyataan itu bukan klaim.

    Baca: Prabowo ke Kalimantan, Sandiaga Masih ...

    Menurut Sandiaga, ia memperoleh aduan langsung dari pedagang pasar. Fakta seputar harga pun ia akui ditemukan langsung di lapangan. “Seperti hari ini di pasar Lumajang. Ibu Lulu dan Ibu Lina bilang harga sayur-mayur memang naik turun."

    Sandiaga mencontohkan harga kacang panjang. Hari ini, harga pangan itu Rp 4.000 per kilogram. Lain dari hari kemarin yang hanya Rp 3.000. Mantan wakil gubernur DKI ini juga menyebut harga buncis dan wortel naik 20-30 persen. Kenaikan harga 20-30 persen ini tergolong tidak wajar. Sebab, menimbulkan gejolak ekonomi yang besar. Sandiaga menyebut, kenaikan harga pangan lazim bila peningkatannya hanya 5-10 persen.

    Simak: Survei Alvara: Soal Kreativitas, Sandiaga Uno ...

    Mengenang posisinya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) sekitar 2-3 tahun, tugasnya memantau harga-harga di pasar dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang. Pada 2012, APPSI disebutnya sebagai salah satu pendukung Jokowi saat berkampanye di DKI Jakarta sebagai calon gubernur. APPSI bahkan, ujar Sandiaga, sempat dikriminalisasi dan dipanggil Bawaslu lantaran mendukung pencalonan Jokowi pada masa itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.