Dinilai Ma'ruf Amin Tak Punya Tujuan Jelas, Ini Tanggapan PA 212

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    Juru Bicara Reuni Akbar 212 tahun 2018 Novel Bamukmin dalam acara Seminar Nasional bertajuk Reuni Akbar Alumni 212 di Hotel Whiz Hotel, Jakarta, Jumat, 16 November 2018. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212, Novel Bamukmin membantah pernyataan calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma'ruf Amin yang menilai gerakan Persaudaraan Alumni atau PA 212 tanpa tujuan yang jelas, dan menjadi gerakan politik. "Semoga beliau selalu dalam lindungan Allah dari prasangka buruknya kepada saudara yang berjuang dengan istiqomah membela agama dari serangan penista agama dan melawan kriminalisasi ulama," kata Novel melalui pesan teks, Ahad, 25 November 2018.

    Novel menuturkan PA 212 hadir sebagai wadah yang menampung berbagai macam organisasi masyarakat untuk menjalin keutuhan bangsa dan agama. Jika PA 212 dinilai hanya sebuah gerakan politik, kata Novel, ia sudah akan mendirikan partai politik sejak dulu.

    Baca: Beredar Lokasi Menginap Peserta Reuni 212, Panitia: Hoax Itu ...

    Calon Wakil Presiden RI nomor urut 01 Ma'ruf Amin menilai masalah Ahok yang dipersoalkan PA 212 sudah selesai tapi oleh kelompok tertentu dihidupkan lagi. Begitu pun ketika membentuk GNPF ulama. “Ulamanya mana? Fatwanya mana? Ini jadi gerakan politik, kita waspadai," kata Ma'ruf dalam acara Dzikir Kebangsaan dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta, Sabtu malam, 24 November 2018.

    Ma'ruf Amin mengatakan terlibat dalam gerakan 212 untuk mengawal kasus mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, dengan mengeluarkan fatwa bahwa Ahok menghina agama. Kemudian dalam perjalanannya dibentuk Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), yang di dalamnya ada pemimpin Front Pembela Islam Rizieq Shihab dan ustadz Bachtiar Nasir.

    Baca: PA 212 Belum Pasti Berorasi Politik di Reuni ...

    "Kami hanya fokus bela agama dengan mengikuti ulama yang istiqomah, bukan ulama yang menjilat penguasa," kata Novel. Ia menegaskan siapa pun pemimpin Indonesia, PA 212 akan terus mengawasi dan mengontrol Indonesia agar selalu menjunjung tinggi nilai agama, Pancasila, dan UUD 1945.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.