Mahyudin Ingatkan Masyarakat Agar Cerdas Menghadapi Hoax

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberikan keterangan usai memimpin prosesi pengucapan sumpah janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dua orang anggota MPR periode 2014-2019, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat, 23 November 2018. (dok MPR RI)

    Wakil Ketua MPR RI Mahyudin memberikan keterangan usai memimpin prosesi pengucapan sumpah janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dua orang anggota MPR periode 2014-2019, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat, 23 November 2018. (dok MPR RI)

    INFO NASIONAL-- Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Mahyudin berharap masyarakat tidak gampang terpancing dan selalu waspada dengan berita hoax. Karena jelang pemilihan presiden 2019, ini makin banyak hoax yang bertebaran di dunia media sosial (medsos). Hoax-hoax itu bertujuan mendiskreditkan kelompok tertentu, dan memecah belah. Karena itu masyarakat harus cerdas menghadapi hoax dan tidak gampang terhasut. 

    "Jaga persatuan, jangan sampai gampang mempercayai berita-berita yang tak jelas, apalagi yang bersifat memfitnah,"kata Mahyudin usai memimpin prosesi pengucapan sumpah janji Pengganti Antar Waktu (PAW) dua orang anggota MPR periode 2014-2019, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

    Kedua orang anggota MPR yang baru dilantik berasal dari Fraksi Partai Golkar yaitu Imanuel Ekadianus Blegur dari Daerah Pemilihan NTT II, menggantikan Setya Novanto dan Eddy Kuntadi berasal dari dapil Jatim X, menggantikan Eni Maulani Saragih. Ikut hadir dalam acara tersebut pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI, Hardisoesilo. 

    Mahyudin enggan berspekulasi, menyebut kelompok mana yang telah berperan menyebarkan hoax. Ia hanya berharap, bukan dari pasangan calon yang sedang berkontestasi dalam pilpres. Mahyudin menganggap, daripada berkampanye melalui hoax, lebih baik mengajukan visi misi dan program kerja para pasangan calon. 

    "Yang penting bukan dari mana asalnya. Tapi masyarakat harus waspada, jaga persatuan, jangan mau diadu domba," ujar Mahyudin. 

    Sebelumnya, saat memberikan sambutan dalam PAW, Mahyudin menyampaikan selamat datang dan selamat bekerja kepada anggota yang baru dilantik. Mahyudin berharap  keduanya segera berlari menyongsong tugas dan tanggungjawab sebagai anggota MPR. Terutama untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.