Meutya Hafid Kritik Prabowo Soal Sikap Australia Atas Palestina

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    Meutya Hafid. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Meutya Hafid mengkritik pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang mengatakan tidak masalah bagi Indonesia bila Australia memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem. “Pernyataan Pak Prabowo bertolak belakang dengan semangat konstitusi kita.” Meutya Hafid menyampaikan kritiknya melalui keterangan tertulis pada Jumat, 23 November 2018.

    Menurut Wakil Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini, pemindahan kedutaan ke Yerusalem adalah bentuk pengakuan atas Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan ini sama dengan mendukung penjajahan Israel terhdap Palestina. “Indonesia sepatutnya memprotes rencana pemindahan kedubes negara mana pun ke Palestina, termasuk Australia,” ujar Meutya.

    Baca: Dikunjungi Meutya Hafid, Jusuf Kalla Tanyakan ...

    Pernyataan Prabowo disampaikan menjawab pertanyaan wartawan asing soal sikapnya mengenai rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, seusai Prabowo berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu lalu. "Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri. Tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka," kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan asing itu.

    Pernyataan Prabowo, kata Meutya, berpotensi melukai perjuangan bangsa Palestina, juga perjuangan masyarakat di Indonesia yang selama ini berjuang untuk rakyat Palestina. Dia menegaskan selama ini Palestina menganggap Indonesia sebagai sahabat sejati karena Indonesia selalu berani membela kepentingan Palestina di hadapan negara-negara di PBB. Indonesia menyatakan protes resmi di PBB ketika AS berencana memindahkan kedutaannya di Yerusalem.

    Baca: Prabowo: Sorry Wartawan, Lu Belum Elite

    Meutya menambahkan jika betul rencana pemindahan kedutaan ke Yerusalem, Australia berpotensi melanggar sejumlah resolusi PBB yang telah menetapkan bahwa Yerussalem di bawah naungan PBB. “Sebagai negara sehabat kita sepatutnya mengingatkan Australia sebagaimana pemerintah telah memprotes langkah AS.”

    Meutya Hafid mengajak semua pihak di dalam negeri untuk terus memperjuangkan hak-hak Palestina apalagi mengingat Al Aqsa berada di Yerusalem dan merupakan salah satu tempat suci umat Islam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.