Taufik Kurniawan Bantah Terima Suap dari Yahya Fuad

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Taufik ditahan sebagai tersangka, yang diduga menerima hadiah atau janji dalam perkara tindak pidana korupsi terkait dengan perolehan anggaran dana alokasi khusus dalam perubahan APBN Tahun 2016 untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua DPR dari Fraksi PAN, Taufik Kurniawan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Taufik ditahan sebagai tersangka, yang diduga menerima hadiah atau janji dalam perkara tindak pidana korupsi terkait dengan perolehan anggaran dana alokasi khusus dalam perubahan APBN Tahun 2016 untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan membantah menerima suap dari Bupati Kebumen nonaktif Muhamad Yahya Fuad. Lewat pengacaranya, Arifin Harahap, Taufik mengatakan tak pernah menerima duit.

    "Klien kami tidak pernah menyuruh seseorang apalagi menerima uang tersebut," kata Arifin kepada Tempo di Jakarta, Jumat, 16 November 2018.

    Baca: 5 Fakta Kasus Korupsi yang Jerat Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan

    KPK sebelumnya menetapkan Taufik sebagai tersangka penerima suap dari Yahya Fuad sebanyak Rp 3,65 miliar. KPK menduga duit tersebut merupakan sebagian dari total fee 5 persen dari anggaran yang didapatkan untuk pengurusan DAK dalam APBN Perubahan 2016 untuk Kebumen. Dalam pengesahan APBN-P 2016 Kebumen mendapatkan DAK tambahan sebesar Rp 93,37 miliar

    KPK menduga pihak Yahya Fuad memberikan uang tersebut kepada Taufik lewat perantara bernama Anto dalam dua pertemuan di hotel di Semarang dan Yogyakarta. Namun rencana penyerahan ketiga gagal karena keburu ada operasi tangkap tangan KPK pada 15 Oktober 2016.

    Baca: Fakta-Fakta Penetapan Tersangka Taufik Kurniawan oleh KPK

    Namun Arifin mengatakan kliennya tak mengenal dengan Anto, apalagi memerintahkannya untuk mengambil duit suap. "Tidak ada bukti bahwa klien kami menyuruh seseorang datang ke hotel untuk mengambil uang tersebut," kata dia.

    KPK menyatakan penetapan Taufik sebagai tersangka merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan pada 15 Oktober 2016. Dalam operasi itu, KPK menangkap seorang anggota DPRD dan seorang PNS Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Kebumen dengan barang bukti Rp 70 juta.

    Setelah OTT, KPK menetapkan 9 orang sebagai tersangka, termasuk Yahya Fuad, Sekretaris Daerah dan pihak swasta. Kesembilan tersangka telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Jejak Taufik dalam perkara ini berasal dari keterangan Yahya yang mengatakan Taufik menerima duit suap.

    Baca: KPK Minta Taufik Kurniawan Ungkap Istilah 'Untuk Kawan-kawan'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.