Demi Bantu Evakuasi Korban Lion Air, Relawan Rela Cuti Kerja

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim SAR gabungan pencari korban dan bagian pesawat Lion Air JT 610 sedang beristirahat di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Di sela waktu rehat, sejumlah anggota tim tampak mengontak keluarganya lewat pesan pendek atau panggilan video. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Anggota tim SAR gabungan pencari korban dan bagian pesawat Lion Air JT 610 sedang beristirahat di dermaga Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. Di sela waktu rehat, sejumlah anggota tim tampak mengontak keluarganya lewat pesan pendek atau panggilan video. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota komunitas pecinta mobil off-road, Indonesia Off-road Federation (IOF), acap pasang badan untuk membantu tim SAR melakukan evakuasi korban bencana di sejumlah lokasi. Salah satu anggotanya ialah Jeremy Hose, 21 tahun. Saat ini, ia tengah membantu evakuasi tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk melakukan evakuasi korban kecelakaan Lion Air JT 610.

    Baca: Cerita Tim Basarnas, Cari Korban Lion Air dan Makan di Angkringan

    Ia termasuk orang yang sering menawarkan diri menjadi relawan setiap kali ada panggilan dari Basarnas. "Kebetulan IOF menjadi mitra Basarnas untuk peristiwa operasi kebencanaan. Saya selalu ikut," kaya Jeremy saat ditemui Tempo di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018.

    Saat ini, Jeremy dan komunitasnya tengah membantu tim SAR untuk mengevakuasi korban pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang. IOF bertugas menyediakan angkutan untuk memobilisasi logistik. Mereka belanja keperluan tim, meliputi makanan dan kebutuhan peralatan lain.

    Sekali waktu, Jeremy juga turut dalam pelayaran kapal-kapal tim gabungan untuk menyiapkan perlengkapan selam bergantian dengan kawan di komunitasnya. Selain itu, mereka bertugas menyemprotkan desinfektan kepada penyelam yang baru mentas ke permukaan. Hal-hal rinci dan kebutuhan-kebutuhan kecil yang tak kelihatan itu disapu bersih oleh anggota IOF.

    Relawan Indonesia Off-road Federation, Jeremy Hose (21 tahun), turut bertugas dalam operasi pencarian korban dan baguan pesawat Lion Air JT 610 di Jakarta International Container Terminal (JICT) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 5 November 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Dari sekian banyak daftar komunitas relawan yang membantu tim SAR, IOF termasuk tim yang berjaga sejak hari pertama peristiwa kecelakaan terjadi. Kala itu, Jeremy bersama IOF baru pulang dari operasi kebencanaan di Palu, Sulawesi Tengah. "Minggu sampai Jakarta dari Palu, Senin langsung merapat ke Tanjung Priok untuk evakuasi korban Lion Air," kata Jeremy.

    Baca: Evakuasi Lion Air Hari ke-8, Basarnas Serahkan 26 Kantong Jenazah

    Tak ada jeda untuk sehari pun, Jeremy bersama 9-10 kawannya menggencarkan misi kembali. Kali ini, mereka bekerja sama dengan relawan lain. Misalnya, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Indonesia Diver Rescue Team (IDRT).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.