Mantan Sekretaris MA Nurhadi Penuhi Panggilan KPK

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bekas Seketaris MA, Nurhadi (kanan), dikawal ketat pengawal pribadinya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 6 Oktober 2016. Nurhadi dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi yang disinyalir melibatkan dirinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Bekas Seketaris MA, Nurhadi (kanan), dikawal ketat pengawal pribadinya seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 6 Oktober 2016. Nurhadi dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan korupsi yang disinyalir melibatkan dirinya. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi Abdurrachman datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pagi ini, 6 November 2018. Ia datang sekitar pukul 09.55 WIB.

    Baca: MAKI Mendesak KPK Segera Tuntaskan Kasus Nurhadi

    Mengenaiakn baju batik berwarna cokelat, Nurhadi langsung bergegas masuk ke gedung KPK. Ia tak menghiraukan wartawan yang berusaha meminta komentarnya.

    Bekas Sekretaris MA ini dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menyeret eks petinggi Lippo Group Eddy Sindoro.

    Pemeriksaan hari ini merupakan panggilan kedua bagi Nurhadi. Sebelumnya dia mangkir saat dijadwalkan pemeriksaan pada 29 Oktober 2018.

    Dugaan keterlibatan Nurhadi dalam kasus ini mencuat setelah KPK menggeledah rumahnya pada 21 April 2016. Penggeledahan dilakukan berselang beberapa jam setelah operasi tangkap tangan terhadap Panitera Sekretaris PN Jakarta Pusat Edy Nasution dan perantara suap Doddy Aryanto Supeno. KPK menyita duit suap Rp 50 juta dalam operasi itu yang diduga bertujuan mengatur peninjauan kembali (PK) perkara perdata di Mahkamah Agung.

    Baca: KPK Periksa Nurhadi dalam Kasus Eddy Sindoro Pekan Depan

    Setelah penangkapan itu, KPK menggeledah empat lokasi, termasuk rumah dan kantor Nurhadi. Dari rumahnya KPK menyita duit Rp 1,7 miliar dalam bentuk dolar Singapura, dolar Amerika, Euro dan Riyal. Duit itu diduga berkaitan dengan pengurusan perkara perdata yang diajukan ke MA.

    KPK juga telah memeriksa Nurhadi beberapa kali dalam proses penyidikan Edy Nasution. Jejak Nurhadi dalam kasus ini juga terlihat dari kasasi Edy Nasution. Dalam putusan itu, Eddy Sindoro disebut kerap berhubungan dengan Nurhadi dalam pengurusan perkara yang dihadapi Lippo Group.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.