Lion Air Jatuh, Aturan Maskapai Berbiaya Murah Belum akan Diubah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Lion Air dan Batik Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    Pesawat Lion Air dan Batik Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah belum berencana memperbarui aturan untuk maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier) setelah pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 mengalami kecelakaan. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan aturan yang berlaku sudah cukup ketat.

    Baca: Lion Air Jatuh, Kemenhub Periksa Seluruh Boeing Tipe 737 - 8 MAX

    "Bisnis yang paling ketat regulasinya itu penerbangan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018.

    JK mengatakan pesawat tak bisa sembarangan terbang. Berdasarkan pengalamannya memiliki burung besi itu, pesawat harus diperiksa secara berkala. "Kalau tidak, tidak bisa terbang," ujarnya.

    Dalam kasus jatuhnya PK-LQP, JK menduga status penerbangan yang berbiaya murah tidak berpengaruh. Fasilitas keselamatan tetap diutamakan lantaran pesawat harus memenuhi syarat tertentu untuk bisa beroperasi. Tanpa jaminan keselamatan perusahaan akan berhenti beroperasi.

    Di lapangan, penerbangan jenis ini justru semakin pesat berkembang. Dia mencontohkan pesawat PK-LQP yang baru saja mendarat dari Denpasar, Bali, beberapa jam sebelum kembali digunakan terbang ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

    JK menuturkan pemerintah sendiri masih menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT) untuk mengambil langkah yang diperlukan. Sembari menunggu, dia kembali mengingatkan agar perusahaan dan regulator harus bekerja lebih baik lagi untuk mencegah kecelakaan.

    Baca: Giliran Serpihan Kursi Pesawat Tiba di Posko Lion Air Jatuh

    Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018, setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Pesawat tersebut membawa 181 penumpang dan tujuh awak pesawat. Pencarian penumpang pesawat terus berlangsung hingga hari ini.

    Sebelum jatuh, pesawat sempat menghubungi menara kontrol dan menyatakan untuk kembali ke bandara (return to base) setelah 12 menit di udara. Pilot menyatakan terjadi masalah pada flight control. Sekitar 10 menit kemudian, pesawat hilang kontak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.