Evakuasi Lion Air JT 610: Enam Kantong Mayat Dibawa ke RS Polri

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kapal karet yang disiapkan untuk melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Senin sore, 29 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana.

    Sejumlah kapal karet yang disiapkan untuk melakukan evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di Pantai Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, Senin sore, 29 Oktober 2019. TEMPO/Francisca Christy Rosana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional Suhri Noster Nobertus Sinaga mengatakan ada enam kantong jenazah di posko Lion Air JT 610 di Jakarta Internasional Container Terminal Office (JICT) II Tanjung Priok, Jakarta Utara yang berisi potongan tubuh. "Itu merupakan potongan-potongan tubuh, enggak ada yang utuh," kata Suhri di JICT II, Tanjung Priok, Senin, 29 Oktober 2018.

    Baca: Kejaksaan Agung Sebut 5 Jaksa Jadi Penumpang Lion Air JT 610

    Saat ini, kata Suhri, kantong jenazah tersebut telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kantong jenazah berisi potongan tubuh itu datang sekitar pukul 14.45 dari kapal Rigid Inflatable Boat (RIB).

    Selain membawa kantong jenazah, dua kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok siang ini juga membawa beberapa barang. Di antaranya adalah tas, pakaian, potongan kursi, tabung gas dan lain-lain. Barang-barang itu terlihat basah oleh air laut.

    Suhri mengatakan, barang dan potongan tubuh yang dibawa siang ini ditemukan oleh tim Basarnas di permukaan perairan. Sedangkan pencarian melalui teknik penyeleman belum membuahkan hasil. Diperkirakan, pesawat berada di kedalaman 30-35 meter perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. "Penyelaman di lokasi belum menemukan titik kordinat yang tepat di mana pesawat itu," katanya.

    Simak juga: Cuaca Sekitar Posko Pencarian Lion Air JT 610 di Karawang Cerah

    Pesawat Lion Air JT 610 itu jatuh setelah setelah 13 menit mengudara. Pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa 1 penumpang anak-anak dan 2 penumpang bayi termasuk dalam penerbangan ini ada 3 pramugari sedang pelatihan dan 1 teknisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.