Bupati Karawang Kerahkan Seratus Nelayan Evakuasi Lion Air JT 610

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Awak kapal Pertamina mengamati serpihan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang, yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar di koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. ANTARA/HO-Pertamina

    Awak kapal Pertamina mengamati serpihan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT610 rute Jakarta-Pangkalpinang, yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar di koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. ANTARA/HO-Pertamina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Karawang memerintahkan para nelayan yang ada di wilayah perairan untuk ikut membantu evakuasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

    Baca: KNKT Berharap Kotak Hitam Lion Air JT-610 Segera Ditemukan

    "Di sekitar pesisir Utara Karawang wilayah Pakisjaya ini terdapat 100 nelayan. Mereka sudah diminta membantu pencarian korban," kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Senin, 19 Oktober 2018.

    Cellica mengatakan saat ini tim gabungan dari Markas Besar Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan TNI masih mencari korban di perairan Karawang-Bekasi.

    Pesawat Lion Air JT-610 penerbangan dari Jakarta menuju Pangkal Pinang yang mengalami hilang kontak membawa 181 penumpang; terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu anak-anak, dan dua bayi. Serta dua pilot dengan lima kru kabin.

    Simak juga: Pesawat Lion Air yang Hilang Membawa 181 Penumpang

    Lion Air JT 610 rute Jakarta - Pangkal Pinang dikabarkan hilang kontak pada Senin pagi, 29 Oktober 2018. Pesawat ini padahal baru saja lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat dikabarkan hilang kontak 13 menit setelah lepas landas persis di atas perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.