Buka Festival Keraton, Jokowi Dipanggil Paduka yang Mulia

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi dan Ibu Negara menyapa para peserta upacara peringatan HUT RI ke-73 di Istana Merdeka, Jumat, 17 Agustus 2018. Seperti pada tahun sebelumnya, kali ini sejumlah petinggi negara juga mengenakan pakaian adat dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih untuk HUT RI di Istana Merdeka. TEMPO/Subekti.

    Presiden Jokowi dan Ibu Negara menyapa para peserta upacara peringatan HUT RI ke-73 di Istana Merdeka, Jumat, 17 Agustus 2018. Seperti pada tahun sebelumnya, kali ini sejumlah petinggi negara juga mengenakan pakaian adat dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih untuk HUT RI di Istana Merdeka. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Sumenep-Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara Iriana hadir dalam pembukaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean V di Alun-alun Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad, 28 Oktober 2018. Jokowi dan Iriana tampil mengenakan pakaian raja dan ratu khas kerajaan Jawa.

    Selain itu, nama Jokowi disebut sebagai Paduka yang Mulia  dan Permaisuri untuk Iriana oleh pembawa acara. "Selamat datang Presiden Republik Indonesia Paduka yang Mulia Bapak Ir. H. Joko Widodo dan Permaisuri Ibu Iriana Joko Widodo," katanya saat menyambut kedatangan mereka.

    Baca: Peringati Sumpah Pemuda, Jokowi Ajak Generasi Muda Bersatu

    Dalam sambutannya, Jokowi mengajak para raja dan pengunjung festival untuk sama-sama menjaga persatuan Indonesia. Persatuan, kata dia, merupakan aset terbesar bangsa Indonesia.

    "Perbedaan agama, adat, tradisi, dan suku inilah anugerah yang diberikan Allah kepada Indonesia," ucap Jokowi.

    Simak: Peluang Wisata Madura Setelah Jembatan Suramadu Digratiskan

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan meski ke depan akan maju dalam hal teknologi, namun jangan sampai melupakan kebudayaan dan peradaban khas Indonesia. "Kemajuan Indonesia harus tetap mengakar kuat pada kearifan lokal nusantara," tuturnya.

    Jokowi meminta masyarakat Indonesia tidak terjebak dalam pusaran ujaran kebencian, fitnah, dan kabar bohong. "Bukan nilai seperti itu  yang diajarkan oleh nenek moyang kita," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.