Kemendagri Sebut Tren Kepala Daerah Terjerat Korupsi Menurun

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menjawab pertanyaan awak media saat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye pada Jumat dinihari, 26 Oktober 2018. Sunjaya serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dengan kasus tersebut. ANTARA

    Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menjawab pertanyaan awak media saat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye pada Jumat dinihari, 26 Oktober 2018. Sunjaya serta Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait dengan kasus tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri atau Kemendagri mencatat tren kepala daerah yang terjerat kasus korupsi semakin menurun. Sekretaris Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik Piliang mengatakan penurunan ini tercatat hingga Oktober 2018. "Secara kuantitas kami lihat ada penurunan kasus," ujar Akmal di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    Baca: Bupati Bekasi Ditangkap, Mendagri: Pahami Area Rawan Korupsi

    Menurut Akmal, tren penurunan kasus kepala daerah terjerat korupsi ini dapat dilihat sejak tahun 2004. Dia membagi kuantitas kepala daerah yang terjerat korupsi dalam tiga periode. Pada periode 2014 sampai 2018, kepala daerah tersangkut korupsi berjumlah 92 orang.

    Akmal menyebutkan ada penurunan kasus kepala daerah jika dibandingkan pada periode 2009 hingga 2014. Dia berkata pada periode tersebut jumlah kepala daerah terjerat sebanyak 101 orang. "Tahun 2004 sampai 2009 ada 241 kepala daerah yang terkena persoalan hukum, tahun 2009 sampai 2014 menjadi 101. Turunnya cukup drastis," ucapnya.

    Meski menurun, kata Akmal, banyaknya kasus kepala daerah korupsi menjadi perhatian masyarakat. Menurut dia, masyarakat sudah mulai geram dengan dengan perilaku kepala daerah korupsi. "Tetapi begitu masifnya begitu geramnya masyarakat dengan perilaku ini menjadi perhatian," tuturnya.

    Baca: Dugaan Jual Beli Jabatan Bupati Cirebon: Tarif Camat-Kepala Dinas

    Beberapa waktu terakhir, KPK telah mencokok beberapa kepala daerah yang tersandung dengan kasus korupsi. Salah satunya, KPK menetapkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra menjadi kepala daerah ke-100 yang dijadikan tersangka dalam kasus korupsi sejak lembaga antirasuah ini berdiri.

    "Bupati Cirebon merupakan kepala daerah ke-100 yang pernah kami proses selama KPK berdiri," ujar wakil Pimpinan KPK Alexander Marwata di kantornya, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018.

    Sedangkan sepanjang 2018, tutur Alex, Bupati Cirebon menjadi kepala daerah ke-19 yang diproses oleh KPK lantaran tersandung dalam kasus korupsi. Pada pekan lalu, KPK juga telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan penerima suap dalam proses perizinan proyek Meikarta. 

    SYAFIUL HADI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.