Beredar Surat Tito Karnavian Tersangka, KPK: Itu Tidak Benar

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Penyidik KPK telah mengembangkan penanganan perkara dugaan korupsi dalam pembangunan Dermaga Sabang tahun 2006-2011, dan menetapkan dua tersangka baru, yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan orang kepercayaan Irwandi Yusuf, Izil Azhar, atas penerimaan gratifikasi sebesar Rp 32 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah, memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Oktober 2018. Penyidik KPK telah mengembangkan penanganan perkara dugaan korupsi dalam pembangunan Dermaga Sabang tahun 2006-2011, dan menetapkan dua tersangka baru, yakni Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan orang kepercayaan Irwandi Yusuf, Izil Azhar, atas penerimaan gratifikasi sebesar Rp 32 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut surat yang mengatasnamakan KPK dengan menyebut Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menjadi tersangka tidak benar. "Surat itu tidak benar. Penomorannya keliru, tanda tangan dan stempel juga salah dan KPK tidak pernah mengeluarkan surat tersebut," kata juru bicara KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi, Jumat, 26 Oktober 2018.

    Baca: Polda Metro Jaya Periksa Pegawai KPK Bagian Barang Bukti

    Sebelumnya, beredar selembar surat di grup percakapan WhatsApp pada Jumat pagi, 26 Oktober 2018 yang mengatasnamakan KPK. Ceritanya, di dalam surat tersebut, KPK memanggil Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi yang dilakukan oleh petinggi CV Sumber Laut. Tulisan tersangka dalam surat tersebut sengaja ditebalkan.

    Masih dalam surat tersebut, untuk pemeriksaan tersangka tersebut, KPK meminta Tito datang pada Jumat, 2 November 2018 pukul 10.00 WIB. Di lelayang itu, KPK ceritanya menjerat Tito dengan Pasal 12 huruf a soal gratifikasi. Anehnya, bagian tanggal surat tersebut ditulis bukan hari ini melainkan Senin, 29 Oktober 2018.

    Investigasi: IndoLeaks, Soal Dugaan Perusakan Barang Bukti yang Menyinggung Tito Karnavian

    Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan polisi juga sudah mengkonfirmasi surat panggilan itu kepada KPK. "Saya sudah konfirmasi kepada KPK mengenai surat itu. Ternyata surat, stempel dan tandatangan yang ada di dalam surat itu semuanya palsu," ujar Dedi melalui pesan singkat, Jumat, 26 Oktober 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.