4 Tahun Bangun Infrastruktur, Jokowi: Bukan untuk Gagah-gagahan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah) meninjau fasilitas umum di sekitar Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi (tengah) meninjau fasilitas umum di sekitar Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Samarinda - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan pentingnya pembangunan infrastruktur di Indonesia. "Ini bukan untuk gagah-gagahan, juga bukan untuk keren-kerenan. Tapi mobilitas orang, mobilitas barang di seluruh penjuru Tanah Air. Penting sekali," kata Jokowi saat meresmikan Bandar Udara APT Pranoto, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Baca: Kubu Prabowo Soal Politikus Sontoloyo: Jokowi Cari Sensasi Publik

    Jokowi mengatakan, selama empat tahun kepemimpinannya, pemerintah terus mengejar kemunculan kantong-kantong ekonomi baru di berbagai daerah. Sebab, kata dia, pada zaman dulu, orang berbicara ekonomi Indonesia selalu fokus yang ada di Jawa. Tapi, kini orang berbicara ekonomi Indonesia mulai membahas potensi-potensi pertumbuhan ekonomi yang ada di luar Jawa, salah satunya adalah Provinsi Kalimantan Timur.

    Karena itu, kata Jokowi, pembangunan infrastruktur, baik berupa bandara, pelabuhan, jalan tol, dan jalur kereta api, menjadi sangat penting untuk menghadirkan konektivitas atau menyambungkan seluruh kawasan. "Bayangkan 17 ribu pulau, 514 kabupaten kota, 34 provinsi bagaimana mempersatukan negara ini kalau tidak ada konektivitas, pelabuhan, bandara, jalan yang sambung menyambung mempersatukan negara sebesar negara kita," katanya.

    Jokowi pun mengapresiasi pemerintah daerah Kalimantan Timur yang berinisiatif membangun Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto, Kota Samarinda. Padahal, kata dia, pemerintah pusat hanya memberikan sedikit dorongan dalam hal anggarannya. Ia mengatakan akan menjadikan Bandar Udara APT Pranoto sebagai contoh agar daerah lain mengikuti insiatif tersebut.

    Simak juga: Dua Pesan Jokowi dalam Pertemuan Tertutup dengan Timses di Bogor

    Selain Bandar Udara APT Pranoto, Jokowi juga meresmikan Bandara Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Menurut dia, kehadiran bandara baru di sana bertujuan untuk mengembangkan pariwisata, dan bisa menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru. "Kita harapkan dengan hadirnya airport di Kepulauan Derawan, Bandara Maratua, saya harapkan turis yang datang ke sana semakin banyak," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.