Selasa, 23 Oktober 2018

Cerita Sandiaga Uno Soal Komitmen Anggota HIPMI di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, kunjungan ke Thamrin City, Jakarta Pusat, saat Hari Batik Nasional, Selasa, 2 Oktober 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menceritakan komitmen anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ihwal kampanye yang tidak saling menyerang di pemilihan presiden atau Pilpres 2019. Menurut Sandiaga, komitmen ini disepakati saat pertemuan di rumah mantan Ketua Umum HIPMI Sharif Cicip Soetardjo.

    Baca juga: Sandiaga Uno Mulai Kampanye OK OCE Tingkat Nasional

    Sandiaga mengatakan pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Erick Thohir, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Roslani, dan Ketua Umum HIPMI Bahlil Lahadilia. Rosan dan Bahlil juga tergabung di tim kampanye Jokowi-Ma'ruf.

    "Kami kan dikumpulkan di rumah Pak Sharif Cicip, semua yang HIPMI, ada Pak Erick, ada Pak Rosan. Semuanya sudah sepakat bahwa persaudaraan yang kami utamakan," kata Sandiaga di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Sandiaga sekaligus menanggapi pernyataan Bahlil Lahadilia yang menyindir gaya bangau yang kerap dia peragakan. Sebelumnya, Bahlil menyindir bahwa gaya bangau Sandiaga bukanlah pesan yang dibutuhkan kaum milenial. Bahlil mengungkapkan hal tersebut sembari membanggakan gaya milenial Jokowi saat berpidato di pertemuan IMF-World Bank.

    Menurut informasi yang dihimpun, pertemuan di rumah Cicip itu berlangsung pada 1 Oktober lalu. Sandiaga mengatakan, dalam pertemuan itu mereka sepakat untuk tak saling menjatuhkan kendati berbeda kubu di pilpres 2019. Sandiaga pun lantas menyayangkan pernyataan Bahlil yang dianggapnya negatif itu.

    "Kan sayang banget, dia junior saya, tokoh fenomenal, anak muda dari Papua, dan Pak Prabowo sayang banget sama dia," kata Ketua Umum HIPMI periode 2005-2008 ini.

    Sandiaga mengaku hormat pada Bahlil yang dia nilai merupakan pengusaha gigih. Pendiri PT Saratoga Investama ini pun menyinggung usaha Bahlil yang dimulai dari bawah.

    "Dia tadinya kerja di stasiun, terus sekarang menjadi salah satu pengusaha yang dekat sama pemerintah, tokoh-tokoh seperti itu harus kita apresiasi," kata dia. "Tapi kalau dia menyampaikan sesuatu yang negatif, saya enggak mau mengomentari."

    Sebelumnya, Sandiaga sempat mengatakan bahwa Bahlil pasti mendapat posisi menteri, tak peduli siapa pun yang menjadi pemenang pilpres 2019. Pernyataan ini disampaikan Sandiaga saat pertama kali ditanya ihwal sindiran Bahlil.

    Baca juga: Sandiaga Uno Disebut Gunakan Politik Dumbing Down

    "Sebetulnya kalau yang menang Pak Prabowo atau Pak Jokowi dia bakal jadi menteri juga, tapi jangan saling menyerang gitu loh. Tulis itu," kata Sandiaga kepada wartawan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu pagi, 13 Oktober 2018.

    Namun, Sandiaga menampik ada komitmen politik semacam ini saat pertemuan di rumah Cicip. Dia mengatakan, kesepakatan itu hanya menyangkut komitmen untuk tidak saling berkomentar negatif di antara para anggota HIPMI.

    "Selain itu enggak ada kesepakatan apa-apa," kata Sandiaga melalui pesan yang dikirimkan ajudannya kepada Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.