Selasa, 23 Oktober 2018

Sandiaga: Bukan Game of Thrones, Film Nabi Yusuf Lebih Relevan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, menari bersama penari topeng ireng saat berkunjung ke Temanggung, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. Dalam kesempatan tersebut, pasangan Prabowo Subianto itu menyampaikan pentingnya menjaga persatuan bangsa, kerukunan, dan perdamaian dalam pemilu presiden 2019 mendatang. ANTARA

    Calon wakil presiden nomor urut 2, Sandiaga Uno, menari bersama penari topeng ireng saat berkunjung ke Temanggung, Jawa Tengah, Senin, 24 September 2018. Dalam kesempatan tersebut, pasangan Prabowo Subianto itu menyampaikan pentingnya menjaga persatuan bangsa, kerukunan, dan perdamaian dalam pemilu presiden 2019 mendatang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden Sandiaga Uno mulanya mengatakan tak ada film yang relevan untuk menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Hal ini disampaikan Sandiaga menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menggunakan serial Game of Thrones sebagai perumpamaan ihwal kondisi ekonomi Indonesia dan dunia saat ini.

    Baca juga: Bertemu Sultan HB X, Sandiaga Minta Doa Restu Sebagai Cawapres

    "Indonesia itu sangat unique, special, sehingga tidak bisa di-relate ke salah satu film," kata Sandiaga di Posko Pemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 13 Oktober 2018.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya menyinggung serial Game of Thrones dalam pidatonya di pertemuan tahunan International Monetery Fund - World Bank atau IMF-World Bank di Bali. Jokowi menyebut bahwa hubungan antarnegara ekonomi maju terlihat seperti yang digambarkan serial tersebut.

    Jokowi juga mengatakan, kondisi global saat ini membuat negara-negara berkembang mengalami tekanan. Jokowi lantas mengutip satu tagline terkenal dari film Game of Thrones, yakni Winter is Coming.

    Sandiaga mengakui bahwa istilah winter is coming tepat menggambarkan ancaman global terhadap perekonomian Indonesia. Namun, dia berpendapat kondisi internal dalam negeri juga perlu dibenahi. Sandiaga menyebut, ekonomi internal ibarat kemarau panjang.

    Baca juga: Kepada Sandiaga, Nelayan di Indramayu Mengeluh Lamanya Bikin SIPI

    Sandiaga lantas berpendapat, film Yusuf Asshidiq Alaihissalam lebih tepat untuk mengumpamakan kondisi Indonesia saat ini. "Saya kebayang film yang Nabi Yusuf itu, yang tujuh tahun kita paceklik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.