Selasa, 11 Desember 2018

Cuma 3 PTN RI Masuk 500 Besar Dunia, Jokowi Sentil Kemenristek

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menerima pemain dan staf timnas Indonesia U-16 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat menerima pemain dan staf timnas Indonesia U-16 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Oktober 2018. TEMPO/Subekti

    Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi heran lantaran baru ada tiga perguruan tinggi negara (PTN) Indonesia yang masuk daftar 500 besar PTN terbaik dunia. Dia mempertanyakan kinerja pejabat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi serta 112 rektor PTN yang ditemui di Istana Negara, Rabu, 10 Oktober 2018.

    Baca juga:  Jokowi Curhat Lagi Soal Perguruan Tinggi

    "Coba kita sudah berapa puluh tahun tapi hanya tiga universitas yang masuk 500 besar? Terus respons dong. Ini karena proses manajemen atau proses yang lain?" kata Jokowi.

    Jokowi meminta pejabat kementerian dan rektor merespons kondisi tersebut dengan cepat. Menurut dia, kecepatan merupakan salah satu kunci untuk memenangkan persaingan di dunia. "Yang besar sekarang ini belum tentu mengalahkan yang kecil. Kecepatan menjadi kunci, yang dinamis mengalahkan yang statis," kata dia.

    Jokowi mengingatkan pejabat kementerian dan rektor agar tidak puas dengan kondisi sekarang. "Kalau kita masih nyaman-nyaman seperti ini terus, tidak merespons dinamika yang ada, ya sudah berarti ditinggal," ujarnya.

    Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Muh. Nasir mengatakan ketiga PTN yang masuk 500 besar dunia adalah Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Bandung. Jumlahnya hanya bertambah satu sejak 2014.

    Nasir menuturkan, Universitas Indonesia saat ini berada di peringkat 292 dari 500 PTN dunia. Sementara ITB berada di peringkat 359 dan UGM di 391. "Ini kami dorong untuk lainnya juga bisa meningkat seperti apa yang ada pada ketiga PT tersebut," ujarnya merespons pernyataan Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.