Selasa, 11 Desember 2018

Jokowi Curhat Lagi Soal Perguruan Tinggi Ketinggalan Zaman

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memaparkan pandangannya tentang perkembangan media digital di seluruh sendi kehidupan bernegara di Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat, 11 September 2017. Presdien Jokowi menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Unpad ke-60 di hadapan guru besar, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa. TEMPO/Prima Mulia

    Presiden Joko Widodo memaparkan pandangannya tentang perkembangan media digital di seluruh sendi kehidupan bernegara di Universitas Padjadjaran di Bandung, Jawa Barat, 11 September 2017. Presdien Jokowi menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis Unpad ke-60 di hadapan guru besar, pimpinan universitas, dosen, dan mahasiswa. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta anggaran untuk riset diperbesar. Anggaran riset itu akan digunakan untuk mendorong proses inovasi secara riil dan konkret supaya bisa menghasilkan produk untuk mendukung dunia usaha. 

    “Kita akan masuk ke inovasi, artinya anggaran riset harus kita perbesar,” kata Jokowi dalam acara yang digelar Bank Indonesia di Jakarta, Selasa, 28 November 2017. Dalam acara tahunan Bank Indonesia itu dipaparkan proyeksi perekonomian nasional pada tahun yang akan datang.

    Baca: Penyatuan Riset dan Pendidikan Tinggi Dikritik

    Menurut Jokowi proses inovasi itu belum didukung perguruan tinggi. Hal itu, kata Jokowi, bisa dilihat salah satunya dari tidak adanya perkembangan jenis jurusan dan fakultas di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

    “Tiga puluh tahun saya beri contoh berulang-ulang, tiap tahun sudah lama tidak berubah.” Dunia sudah berubah, kata Jokowi, tapi di Indonesia belum juga ada jurusan digital ekonomi, jurusan logistik, ritel manajemen, toko online di perguruan tinggi.”

    Baca juga: Jokowi Minta Perpusnas Berintegrasi dengan ...

    Karena itu, Jokowi mengatakan jika perguruan tinggi di Indonesia tidak segera berbenah dan beradaptasi dengan perubahan itu, tentunya akan ketinggalan zaman. “Dunia sudah berubah masa jurusannya akuntansi dan kawan-kawan, kalau tidak mau berubah? Ya ditinggal zaman,” ujarnya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.