Bertemu Jokowi Hari ini, Sutopo BNPB: Saya Agak Nervous

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan prioritas penanganan pascagempa Palu dan Donggala.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan prioritas penanganan pascagempa Palu dan Donggala.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengaku gugup saat akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini, Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca: Sutopo Purwo Nugroho BNPB Dihubungi Raisa Via Video Call

    "Saya agak nervous dan mati gaya. Harus bawa handuk jika saya keringatan banyak, he-he-he," kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya.

    Sutopo akan bertemu dengan Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor pukul 10.45 WIB. Sutopo mengatakan dirinya tidak tahu harus bicara apa saat bertemu dengan Presiden. "Seorang Presiden, bagi saya, terlalu tinggi ketemu dengan saya," ujarnya. Sutopo sudah lama bermimpi bisa bertemu dan bersalaman dengan Jokowi.

    Sebelumnya, Sutopo yang mengaku penggemar Raisa Andriana bisa bertemu dengan penyanyi idolanya itu. Dia bisa bertatap wajah dengan Raisa setelah warganet meramaikan dengan tagar RaisaMeetSutopo di Twitter.

    Baca: BNPB: Empat Kecamatan Terdampak Gempa Palu Masih Terisolasi

    Rabu, 3 Oktober 2018, Sutopo mendapatkan sambungan video call dari Raisa. Kejadian itu berlangsung seusai melakukan konferensi pers dengan awak media untuk update penanganan bencana gempa dan tsunami Palu.

    Momentum itu disaksikan awal media yang masih ramai usai konferensi pers gempa Palu, Sulawesi Tengah. Wajah Sutopo tampak berseri-seri saat menerima panggilan tersebut. Dengan wajah tampak memerah, Sutopo melakukan percakapan dengan penyanyi berparas cantik itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.