KPK Menyita Uang Rp 100 Juta dalam OTT Kasus Pajak di Ambon

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    Juru bicara KPK, Febri Diansyah saat konpers OTT Jombang di Gedung KPK, Jakarta, 4 Februari 2018. Uang untuk menyuap Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko berasal dari kutipan jasa pelayanan kesehatan atau dana kapitasi Puskesmas. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menyita uang Rp 100 juta dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Ambon, Rabu, 3 Oktober 2018. Jumlah uang sebanyak itu diduga masih sementara.

    "Ada uang yang diamankan dalam kegiatan itu, sejauh ini yang telah dihitung setidaknya Rp 100 juta," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi.

    Baca: KPK Diminta Awasi Penyaluran Dana Bantuan Korban Gempa Palu

    Febri menuturkan dalam operasi itu KPK menangkap enam orang, termasuk pejabat Kantor Pajak Ambon-Papua, pemeriksa pajak dan wajib pajak. Empat orang di antaranya akan di bawa ke Jakarta pada Kamis siang. Menurut Febri, pemberian uang tersebut terkait dengan upaya mengurangi pajak.

    "Diduga terjadi transaksi pemberian uang terkait dengan upaya pengurangan pembayaran pajak," kata dia.

    Febri menuturkan OTT dalam kasus pajak ini bermula dari informasi masyarakat. KPK, kata dia, akan menyampaikan informasi lebih lanjut dalam konferensi pers.

    Simak: Diduga Halangi Penyidikan, KPK Tetapkan Pengacara Lucas Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.