Ratna Sarumpaet Mengungkap Awal Kisah Fiktif Soal Penganiayaan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratna Sarumpaet. TEMPO/Subekti

    Ratna Sarumpaet. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kehebohan soal kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terjawab. Aktivis perempuan itu mengaku bahwa kabar itu tak benar. Ratna Sarumpaet mengatakan tak membayangkan ada kebodohan yang tak pernah dibayangkan dalam kehidupannya.

    Baca juga: Gerindra Minta Ratna Sarumpaet Jelaskan Penyebab Luka di Wajahnya

    Menurut Ratna Sarumpaet, awal dari kabar pemukulan itu sebetulnya hanya untuk berbohong kepada anaknya. Ratna Sarumpaet yang pada 21 September 2018 mendatangi rumah sakit bedah untuk menjalani operasi sedot lemak di pipi, pulang dalam kondisi wajah yang lebam.

    Saat itu menurut Ratna, anak-anaknya bertanya soal wajahnya itu. "Membutuhkan alasan kepada anak saya, yang bertanya," katanya. Ratna kemudian mengatakan bahwa ia habis dipukul orang.

    Menurut Ratna Sarumpaet, jawaban pendek itu kemudian dalam satu minggu dikorek terus oleh sang anak. "Namanya juga anak, muka ibunya lebam-lebam kenapa? Dan gak pernah saya bayangkan terjebak dalam kebodohan mengembangkan ide pemukulan," kata dia.

    Menurut Ratna Sarumpaet cerita itu hanya berputar di keluarganya, dan hanya untuk kepentingan anaknya. "Nggak ada hubungannya dengan politik," ujar dia.

    Tapi, kata Ratna, setelah sakit di kepalanya mereda dan berhubungan dengan pihak luar, ia mengaku kembali mengulang cerita tentang pemukulan itu. "Ini sesuatu yang salah," ujar dia.

    Baca juga: Polisi Incar Penyebar Berita Bohong Penganiayaan Ratna Sarumpaet

    Menurut Ratna, cerita pemukulan itu pula yang ia sampaikan ke Fadli Zon saat berkunjung beberapa hari lalu. Saat anaknya Iqbal datang ke rumah, cerita pemukulan itu juga yang ia sampaikan. "Hari Selasa, foto saya tersebar di media sosial, saya nggak sanggup baca itu," ujar dia.

    Saat bertemu Prabowo, Ratna Sarumpaet mengatakan bahwa ia juga masih melakukan kebohongan itu. "Saat keluar dari lapangan Polo itu saya tetap diam, saya biarkan semua bergulir dengan cerita itu," kata dia.

    Menurut Ratna Sarumpaet saat berpisah dengan Prabowo dan Amien Rais, ia merasa bahwa apa yang dilakukannya salah. "Tapi saya nggak mencegah mereka. Itu yang terjadi," kata aktivis perempuan ini.

    Jadi menurut Ratna Sarumpaet, tak ada penganiayaan yang dialaminya. "Itu cerita khayalan, entah diberikan oleh setan mana kepada saya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.