Wapres JK Wakili Indonesia di Sidang Majelis Umum PBB di New York

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini antara lain mengenai perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan berkelanjutan, kemajuan HAM dan reformasi PBB. A NTARA FOTO

    Wapres Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyampaikan pidato pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-72 di New York, Amerika Serikat, 21 September 2017. Beberapa isu yang menjadi perhatian Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB tahun ini antara lain mengenai perdamaian dan keamanan internasional, pembangunan berkelanjutan, kemajuan HAM dan reformasi PBB. A NTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK akan memimpin delegasi Indonesia di Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-73, di General Assembly Hall, New York, Amerika Serikat.

    Baca: Wapres JK: Kepala Daerah Tak Boleh Mendukung Capres Tertentu

    Rencananya, SMU PBB ke-73 yang dihadiri oleh para kepala negara di dunia ini, diawali dengan Nelson Mandela Peace Summit, yang berlangsung dari pagi hingga sore hari, pada Senin, 24 September 2018 waktu setempat.

    Di forum tersebut banyak agenda yang akan dibahas, di antaranya masalah perdamaian, kesehatan, penyakit tidak menular, serta masalah perempuan. "Itu berbagai masalah akan dilontarkan, karena banyak rapat-rapat tersendiri," kata JK dalam keterangan tertulisnya, Senin, 24 September 2018.

    Khusus pada sesi debat, kata JK, ia akan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung Indonesia, sehingga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. "Bagi saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman negara lain, karena Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB," tuturnya.

    Selain menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, JK sebelumnya juga mengikuti diskusi di Tuft University, Massachusettes, Boston, Jum'at, 21 Setember 2018. JK memaparkan mengenai 'menavigasi gejolak', yakni pengalaman Indonesia yang mengupas masalah ekonomi global dan bagaimana Indonesia menanganinya hingga situasi ekonomi Indonesia saat ini.

    Di hadapan para mahasiswa Fletcer dan Tuft University, JK mengatakan bahwa saat ini, di kawasan dunia sedang menghadapi periode turbulensi yang datang tidak hanya dari pasar valuta asing, tetapi juga serangkaian bencana alam.

    Bencana alam tersebut, kata dia, mulai dari gempa bumi besar di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan beberapa tempat lain di Indonesia, diikuti oleh serangkaian gempa bumi besar dan angin topan di Jepang, serta angin topan paling keras melanda Filipina, bagian Selatan Cina, dan Taiwan.

    Baca: Jusuf Kalla Siap Jadi Mentor Erick Thohir di Dunia Politik

    “Bencana alam ini menyebabkan banyak korban, dan pada gilirannya akan menciptakan beban lain pada anggaran negara-negara tersebut, untuk alokasi bantuan dan rekonstruksi,” ujarnya.

    Selain itu, JK juga mengungkapkan tentang gejolak melemahnya mata uang terhadap dolar Amerika Serikat, yang dialami semua negara berkembang di seluruh dunia, di mana Argentina, Brasil, dan Turki mengalami depresiasi terbesar. Sementara itu, Indonesia dan Filipina merupakan negara-negara lain yang juga rentan terdampak.

    Perang dagang antara AS dan mitra dagangnya termasuk Cina, penyesuaian moneter oleh The Fed, dan beberapa masalah domestik terkait dengan gejolak ini, yang juga turut memicu turbulensi ekonomi. “Ketegangan perdagangan itu menciptakan ketidakpastian, yang membuat kesulitan bagi pemain ekonomi untuk membuat keputusan,” ujar JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.