Kamis, 22 November 2018

Sekjen PAN Tunggu Rekomendasi Ijtima Ulama GNPF

Reporter:
Editor:

Purwanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno berfoto bersama saat Rakernas IV di Hotel Sultan, Jakarta, 9 Agustus 2018. Dalam rakernas tersebut, PAN secara resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pilpres 2019 serta membahas pencalonan Sandiaga Uno menjadi cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    (ki-ka) Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno berfoto bersama saat Rakernas IV di Hotel Sultan, Jakarta, 9 Agustus 2018. Dalam rakernas tersebut, PAN secara resmi mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pilpres 2019 serta membahas pencalonan Sandiaga Uno menjadi cawapres. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan persamuhan ulama bertajuk Itjima II yang digelar oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) tak perlu dibatalkan. "Itjima ulama itu memberi rekomendasi. Tidak ada keharusan berdasarkan hukum untuk tidak dilaksanakan," kata Eddy dalam acara pembekalan calon legislatif PAN di Hotel Grand Paragon, Jakarta Barat, Ahad, 16 September 2018.

    Eddy berdalih, dukungan masyarakat dari kalangan apa pun penting bagi kemenangan calon pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusung salah satunya oleh PAN sebagai calon presiden-wakil presiden. Termasuk juga dukungan dari ulama yang tergabung dalam eks penggerak demonstrasi 212 itu. Karenanya, PAN bakal tetap menunggu hasil rekomendasi GNPF selepas agenda pertemuan itu kelar.

    GNPF sebelumnya sudah menggelar Itjima Ulama I yang dihelat pada Juli lalu. Pertemuan 500 ulama waktu itu menghasilkan rekomendasi nama calon pasangan politik. Namun, nama yang diusulkan dalam Itjima Ulama II kepada partai-partai koalisi Prabowo-Sandiaga Uno tak dilirik.

    Meski demikian, GNFP tak lantas mengalihkan dukungan. Ketua GNFP Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan Ijtima II akan membulatkan suara para ulama serta menghasilkan beberapa pakta integritas dan rekomendasi yang akan diusulkan untuk koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat.

    Perihal rekomendasi yang diajukan, Eddy berharap hasil diskusi para ulama itu akan membikin teduh suasana kontestasi pemilihan presiden-wakil presiden 2019. "Meski ada hal yang belum terpenuhi pada Ijtima Ulama I, kami harap hasilnya mempererat keutuhan anak bangsa," ujar Eddy.

    Eddy juga mengupayakan, pasca-Itjima II, Prabowo-Sandiaga akan menimbangnya. "Agar hasil Ijtima bulat," ujarnya.

    Ijtima Ulama II sempat diminta dibatalkan oleh Ketua Presidium Aksi Bela Islam Kapitra Ampera. Menurut Kapitra, agenda persamuhan Ijtima Ulama II bermuatan politik praktis. Ia kecewa lantaran pertemuan ulama itu terpolarisasi untuk kepentingan politik tertentu.

    Baca: Kapitra Ampera Minta Ijtima Ulama II Dibatalkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian PANRB: Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 Diturunkan

    Standar Kelulusan Ujian CPNS 2018 tahap Seleksi Kemampuan Dasar akan diturunkan oleh Kementerian PANRB akibat jumlah peserta yang lulus seleksi kecil.